Jalani KBM Di Masa Pandemi, Tetap Jaga Kualitas Pendidikan Hingga SMAN 1 Kedungpring Berani Gunakan Aplikasi Berbayar -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Jalani KBM Di Masa Pandemi, Tetap Jaga Kualitas Pendidikan Hingga SMAN 1 Kedungpring Berani Gunakan Aplikasi Berbayar

Monday, March 8, 2021

Kepala Sekolah SMAN 1 Kedungpring, Kabupaten Lamongan (Drs. Anang Dwi Bagus Kridawahana, M.Pd)


Indikatoralor.com
- Meskipun melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ditengah masa pandemi, SMAN 1 Kedungpring tetap targetkan maksimalisasi proses belajar mengajarnya.


Informasi terkait maksimalisasi KBM di SMAN 1 Kedungpring yang terletak di Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur pada masa pandemi ini disampaikan langsung oleh Kepala Sekolahnya yakni Anang Dwi Bagus kepada tim media.


Menurut Anang, targetan pihak SMAN 1 Kedung hari ini adalah siswa yang telah menduduki posisi kelas XII harus lulus dengan baik dan siswa yang masih kelas X dan kelas XI harus tetap belajar dengan nyaman.


"Kalau targetan SMAN 1 Kedungpring untuk kelas XII ya agar anak - anak dapat lulus dengan baik. Sementara itu bagi kelas X dan Kelas XI kami targetkan agar peserta didik tetap mengikuti proses belajar dengan baik meskipun daring," kata Anang.


Untuk memaksimalkan proses belajar bagi siswa, Kepala sekolah SMAN 1 Kedungpring ini kepada tim media mengakui bahwa pihaknya juga telah menggunakan Aplikasi Ruang Guru yang berbayar sebagai upaya penunjang kegiatan pembelajaran dan penertiban KBM berbasis Daring.


"Agar terdeteksi proses belajarnya, saya sampai gunakan aplikasi Ruang Guru berbayar lo mas, tujuannya ya agar dapat menunjang sistem pembelajaran di SMAN 1 Kedungpring. Saya berani pastikan satu - satunya sekolah di Kabupaten Lamongan yang sampai saat ini masih menggunakan aplikasi ruang guru berbayar ya SMAN 1 Kedungpring," ungkap Anang.


Kepala SMAN 1 Kedungpring ini juga mengakui bahwa dengan menggunakan Aplikasi berbayar ini dirinya dapat mengetahui siapa guru yang kurang giat dalam mengajar serta siswa-siswi yang jarang mengikuti kegiatan belajar berbasis daring tersebut.


Sebagai Kepala Sekolah di salah satu sekolah percontohan di Kabupaten Lamongan, Anang dalam akhir wawancara singkat inipun menegaskan bahwa di SMAN 1 Kedungpring tidak ada kesalahan yang luput dari hukuman dan tidak ada prestasi yang tidak di hargai.


"Jadi begini mas untuk prinsip kami di SMAN 1 Kedungpring, tidak ada kesalahan yang luput dari punishment dan tidak ada prestasi yang tidak diberi reward." (Tim)