Kerumunan Massa Pada Kunjungan Presiden Di NTT, Abdullah Apa Angkat Bicara -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Kerumunan Massa Pada Kunjungan Presiden Di NTT, Abdullah Apa Angkat Bicara

Wednesday, February 24, 2021

Foto: Abdullah Apa (Editor: INDLOR)

Indikatoralor.com - Sekretaris Badiklat DPP Partai Demokrat, Abdullah Apa menilai Presiden Jokowi telah membuat dan melanggar aturan mengenai Covid-19.


Respon Abdullah Apa terkait kunjungan orang nomor wahid Indonesia ini terkonfirmasi langsung oleh pewarta Indikatoralor.com via whatsapp messangger pada Rabu 24 Februari 2021.


Menurut Sekertaris Badiklat DPP Partai Demokrat ini harusnya laju kendaraan rombongan Presiden sesuai aturan adalah minimum 80 km per-jam dan maksimal 120 km per-jam, namun hal ini tidak ditetapkan di NTT.


" Ada 5 aspek penting yang menurut saya kurang di perhatikan dalam kunjungan Pak Presiden kali ini," kata Abdullah.


Sambungnya, poin penting ini meliputi; Pertama, kendaraan rombongan Presiden sesuai aturan adalah minimum 80 km per-jam dan maksimal 120 km per-jam. Kedua, masyarakat sangat taat berdiri di pinggiran jalan di jaga pagar betis oleh pengamanan, jika tidak beri ruang tidak akan tumpah ruah. Ketiga, masyarakat tumpah ruah di jalan dan menimbulkan kerumunan tak beraturan sampai Paspampres jatuh karena Mobil Presiden berhenti menyapa masyarakat dan melambaikan tangan. Keempat, masyarakat NTT sangat menyayangi dan mengidolakan pemimpinnya sehingga mereka ingin melihat dekat secara langsung harusnya pengamanan diperketat. Kelima, jika pengamanan secara ketat dan laju kendaraan rombongan tdk melambat dan berhenti maka dipastikan Masyarakat bubar dengan sendirinya," ungkapnya.


Sementara itu, Sekertaris Badan Diklat DPP Demokrat ini juga menyampaikan bahwa berdasarkan laporan resmi harian Covid-19 pertanggal 23 Pebruari 2021 pukul 12.00 WIB, NTT masuk dalam 10 besar Provinsi di Indonesia yang sedang tertular Covid-19. Dengan 195 kasus dan daerah yang di kunjungi Bapak Presiden adalah bukan daerah hijau atau aman Covid-19.


"Pak Presiden yang membuat aturan Protap Covid-19 dan di ikuti Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/kota. Pemerintah Provinsi NTT sedang giat dan bekerja keras untuk mengatasi pandemi ini, dengan melarang masyarakat untuk berkumpul atau membuat keramaian bahkan pembatasan Ibadah Mesjid dan Gereja. Namun sangat di sayangkan Bapak Presiden pula yang melanggarnya sebagai Presiden," pungkas Politisi muda kelahiran Alor NTT ini.


Abdullah Apa dalam komentarnya juga menyayangkan kejadian ini.  Menurutnya, Presiden Jokowi adalah pemimpin yg terhormat dan panutan seluruh masyarakat NTT dan kebanggaan rakyat Indonesia.  Namun kami sangat kecewa Bapak Presiden tidak sayang kesehatan masyarakat di NTT khususnya daerah yg di kunjungi dan perjuangan pemerintah di sana.


"Masyarakat akhirnya bingung apakah ini melanggar aturan Protap Covid-19 yang lagi gencar di lakukan pemerintah sendiri dan apakah benar Covid-19 itu ada sehingga keramaian seperti ini terjadi," ujar Abdullah Apa di akhir wawancara singkat ini. (*tim)