Kepala Sekolah SMAN 1 Kedungpring Respon Informasi Mutasi dan Kuota Gratis, Siswa; Sebenarnya Tidak Begitu -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Kepala Sekolah SMAN 1 Kedungpring Respon Informasi Mutasi dan Kuota Gratis, Siswa; Sebenarnya Tidak Begitu

Monday, February 15, 2021

Foto: SMAN 1 Kedungpring (Doc. ind alor)


indikatoralor.com - Kepala Sekolah SMAN 1 Kedungpring, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan ADB langsung angkat bicara terkait sabab musabab kasus mutasi siswa SMAN 1 Kedungpring. Anang yang dikonfirmasi oleh awak media di ruang kerjanya di SMAN 1 pada senin 15 Februari 2021 pukul 12.47 WIB terkait pemberitaan mutasi siswa yang sempat dinaikkan oleh media Indikatoralor.com menyampaikan bahwa terkait kabar ini pihaknya telah menyelesaikan dan mengklarifikasi bersama Unit Pelaksana Teknis UPT Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Lamongan.


"Tadi sudah kita selesaikan dengan Plat Merah yakni Kepala Cabang Dinas Pendidikan Lamongan dan klarifikasi kami sudah kami sampaikan semua silahkan jawabannya nanti ada disana," pungkasnya.


Kepala Sekolah SMAN 1 Kedungpring ini juga menyampaikan bahwa peserta didik ini tidak ada nilai dan terkait penilaian maka kami Kepala Sekolah tidak punya hak untuk ikut campur.


"Seluruh keputusan kelulusan ditentukan oleh pihak Sekolah sehingga saya membuat kriteria kelulusan. Di kriteria saya itu, yang dibawah KKM ada dua mata pelajaran dan lebih dan lain sebagainya," Kata Anang.


Terkait pembelajaran Daring dan penyaluran Kuota Internet Gratis kepada peserta didik, Anang dalam wawancara singkat ini menegaskan bahwa di awal tajun pelajaran telah menyuruh wali kelas untuk mencari kesiapan sekolah untuk proses pembelajaran Daring. Dengan menyuruh para wali kelas untuk melakukan survey ke masing - masing rumah peserta didik apabila ada anak - anak yang tidak memili Handphone maka pihak sekolah akan meminjamkan Tablet.


"Terkait Kuota Internet Gratis, pada Bulan September hingga Desember 2020, saya kasi 50 Ribu per-siswa per-bulan untuk pulsa. Tapi, ada 2 Bulan yang kita pake untuk kuota langsung dengan memberi kartu perdana yang sudah ada kuotanya. Selain itu seluruh nomor Handphone murid kita telah kita daftarkan ke Kemendikbud," Ungkap Kepala Sekolah SMAN 1 Kedungpring ini.


Anang juga berharap agar peserta didik yang telah mutasi dari SMAN 1 Kedungpring agar tetap giat bersekolah di sekolah yang baru dan kepada wartawan Anang menyampaikan bahwa telah mengecek kondisi siswa yang telah mutasi dari SMAN 1 Kedungpring ke sekolah lain. 


Menanggapi hal tersebut,  RB salah satu siswa SMAN 1 Kedungpring langsung angkat bicara. RB yang ditemui tim media di kediamannya pada pukul 14.22 di Kecamatan Kedungpring ini membantah pernyataan kepala Sekolah SMAN 1 Kedungpring. RB mengakui dirinya tidak pernah didatangi oleh Kepala Sekolah di Sekolahannya yang baru.


"Saya nggak didatangi mas, nggak didatangi kepala sekolah juga nggak didatangi sama orang - orang SMAN 1 Kedungpring,"kata RB.


RB ketika ditanyakan tentang penyaluran Kuota Belajar dari kemendikbud kepada siswa di sekolahnya, dirinya mengakui bahwa hanya sekali diberikan dari pihak sekolah itupun kuota belajar dari Kemendikbud dan tidak pernah diberikan voucher ataupun uang 50 Ribu seperti keterangan kepala sekolah.


"Kuota itu dapat yang pertama dari kemendikbud. Setelah itu sudah nggak ada lagi mas," terangnya.

Foto Screenshoot dengan Siswa DA


Senada dengan RB, DA salah satu rekan RB pun turut angkat bicara soal bantuan kuota Internet dari Kemendikbud. DA melalui whatsapp messangger mengaku bahwa pernyataan dari kepsek sebenarnya sudah berlebihan padahal dirinya hanya diberikan kartu perdana untuk internet dua kali.


"Saya hanya diberi kartu dua kali saja mas. Tidak diberi uang. Yang terakhir itu pas mau ulangan. Tapi harus bayar dulu baru dikasih kartu," terang DA singkat. (*Tim)