Jalankan Amanah Muktamar 48 - Solo, Muhammadiyah Akan Bikin BANK Sendiri -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Jalankan Amanah Muktamar 48 - Solo, Muhammadiyah Akan Bikin BANK Sendiri

Friday, December 25, 2020

Ilustrasi (Indalor.com)


Indikatoralor.com - Muhammadiyah akan menarik dana dari bank BUMN hasil merger, Bank Syariah Indonesia (BSI). Rencananya, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu akan membuat bank syariah sendiri.


Anggota Tim 20 Inisiator Bank Syariah Muhammadiyah, Arifuddin mengatakan, sebagian besar warga Muhammadiyah meminta pembentukan bank syariah tersebut diputuskan dalam muktamar organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan itu.


"90 persen dari mereka dengan tegas meminta kepada PP Muhammadiyah dalam Muktamar yang ke-48 di Solo Jawa Tengah merekomendasikan Bank Syariah Muhammadiyah," katanya, Jumat (25/12/2020).


Fakta tersebut, kata Arifuddin berdasarkan survei yang digelar terhadap 3.620 responden warga Muhammadiyah. Rentang usia responden mulai dari kelahiran tahun 1940 hingga 2000 yang berasal dari Aceh hingga Papua, termasuk luar negeri seperti Jepang.


Menanggapi itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) Mulyatno Rachmanto mengatakan komitmen Bank Syariah Indonesia untuk pelaku UMKM tidak akan kendor. Bahkan dengan bersatunya tiga bank (BRI Syariah, BNI dan Mandiri Syariah), Bank Syariah Indonesia yakin mampu memperkuat dukungan lebih banyak bagi pelaku UMKM di Tanah Air.


"Dalam Rancangan Penggabungan yang kami publikasikan, komitmen dukungan kepada UMKM ini jelas tercantum," ujar Mulyatno saat dihubungi di Jakarta beberapa hari lalu.


Menurutnya, Bank Syariah Indonesia akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM, di antaranya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan melalui produk dan layanan keuangan Syariah yang sesuai dengan kebutuhan UMKM baik secara langsung maupun sinergi dengan bank-bank Himbara dan pemerintah.


"Kami juga siap untuk berkolaborasi dengan Muhammadiyah, NU juga organisasi kemasyrakatan lainnya untuk memajukan pelaku UMKM Indonesia. Merekalah tulang punggung perekonomian nasional," katanya.