Kapal Karam di Pulau Kepa, Anggota DPRD Alor Marthen Blegur Angkat Bicara -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Kapal Karam di Pulau Kepa, Anggota DPRD Alor Marthen Blegur Angkat Bicara

Monday, November 23, 2020

 

Foto: Anggota DPRD Kabupaten Alor Dapil Pulau Pantan Marthen Blegur - Kondisi Kapal Karam di Pulau Kepa, Desa Alor Kecil (Doc. Indikatoralor.com)

Indikatoralor.com - Marthen Blegur Anggota DPRD Kabupaten Alor Daerah Pemilihan Pulau Pantar minta agar pengusaha transportasi laut harus lebih dapat lebih memperhatikan kondisi kapalnya. Senin, (23/11/2020)


"Sa minta supaya sa pu sodara dorang yang saat ini menggeluti usaha transportasi laut bisa lebih memperhatikan kondisi kapalnya," kata Mathren ketika ditemui jurnalis Indikatoralor.com pada minggu 22 November 2020 pukul 15. 20 di kediamannya di Mola.


"Kita punya usia kapal harus diperhatikan dan sebelum berangkat harus juga diperiksa segala kesiapan jelang pelayarannya. Bahkan kalau ada yang punya rezeki lebih, sebaiknya dibuat kapal yang lebih besar," Kata Marthen.


Menurutnya, kejadian ini sudah berlangsung dua kali selama setahun terakhir ini.


"Kejadian yang pertama tu seperti di lagu dangdut, kapal lain yang berlabuh kapal itu yang tenggelam. Sementara kejadian kedua yakni kapal naik karang. Hal ini menandakan bahwa kondisi kapal sudah tidak bagus lagi," ungkap Anggota Dewan 2 periode ini.


Marthen juga berharap agar kedepannya pengusaha - pengusaha dari Pulau Pantar yang sering menggunakan Kapal Kayu untuk berbelanja di kalabahi dapat lebih berhati - hati dalam memilih kapal yang mereka tumpangi.


"Kalau jumlah belanja sudah tinggi nominalnya maka bapak dan mama bisa lebih hati - hati lagi dalam memilih kapal yang mereka tumpangi. Harapan saya dengan kejadian ini semoga tidak menjadi alasan untuk mematahkan papa mama pengusaha punya semangat. Mungkin akan ada perhatian pemerintah terhadap korban musibah kapal tenggelam," ungkap Marthen di  akhir wawancara.


Senada dengan Marthen, Tokoh Masyarakat Alor Kecil Muhajid Kossah turut angkat bicara.


Muhajid yang turut hadir ketika proses evakuasi korban kapal karam beserta barang - barang di Tambatan Perahu Pantai Makassar, Desa Alor Kecil ini menyampaikan bahwa hal ini kembali ke para pengelola atau juragan perahu motor.


"Kejadian ini kan dikarenakan kapal kehilangn kendali. Ini kan sama seperti mobil. Kalau Mobil hilang kendali kan pasti tabrakan. Maka para juragan kedepannya harus lebih memperhatikan kesiapan kapal sebelum berlayar," ungkap Muhajid.


Sesepuh Desa Alor Kecil yang juga merupakan Wakapolres Alor ini di akhir wawancara bersama jurnalis Indikatoralor.com juga menerangkan bahwa Tim Kepolisian juga turut andil dalam proses evakuasi korban serta kapal yang mengalami kecelakaan tersebut. (*Jab)