Terindikasi Adanya Ancaman Makelar Tanah, Kapolres Alor dan Camat Abal Angkat Bicara -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Terindikasi Adanya Ancaman Makelar Tanah, Kapolres Alor dan Camat Abal Angkat Bicara

Friday, October 2, 2020

Editor :  Indikatoralor.com

Indikatoralor.com - Kapolres Alor AKBP Agustinus Christmas, S.I.K akhirnya turut komentari kasus gugatan tanah oleh Oknum MY dan Komplotannya di SD GMIT Kokar yang sempat mengundang emosi keluarga Alor Besar. Jumat, (02/10/2020)


Hal ini disampaikan ketika ketika dihubungi pewarta indikatoralor.com komunikasi via Whatsapp pada kamis (01/10).


Menanggapi kabar ini Kapolres Alor menyampaikan bahwa kasus tahan di Alor termasuk kasus yang laporannya cukup banyak di tangani oleh pihak Kepolisian Resort Alor.


"Di alor memang banyak sekali kasus tanah. Polres juga selalu hadir dalam setiap sengketa gugatan tanah di BPN untuk monitor dan antisipasi apabila ada indikasi timbul gangguan Kamtibmas," Kata Kapolres.


Kapolres juga menghaturkan terimakasih atas informasi yang diberikan dan akan didalami agar tidak menimbulkan gangguan di sektor keamanan dan ketertiban masyarakat.


"Di Alor memang banyak sekali kasus tanah. Polres juga selalu hadir dalam setiap sengketa gugatan tanah di BPN untuk monitor dan antisipasi apabila ada indikasi timbul gangguan kamtibmas," kata AKBP Agustinus Christmas, S.I.K.


Kapolres Alor juga menyampaikan bahwa telah melakukan Koordinasi dengan Kapolsek Abal dan terkait kasus ini telah ada proses mediasi Keluarga Bungabali dan Adang.


"Untuk masalah ini telah dimediasi  Camat Abal pada tanggal (22/09) lalu yang hasilnya kedua suku baik suku Bunga Bali ( Alor Besar ) dan Suku Adang ( Kokar ) menolak rencana pengukuran tanah yg diajukan oleh saudara Mustiyadi Yusuf dan sudah dibuatkan berita acara penolakan ke Pertanahan," pungkasnya. 


Sementara itu, Camat Alor Barat Laut Debrina Lelang turut angkat bicara. Menurut Debrina yang diwawancarai di arena ekspo Alor XIV pada kamis (01/09) kemarin, pihak Kecamatan Alor Barat Laut sejak awal sudah mencurigai oknum penggugat ini.


"Dia (Oknun Penggugat) memang sempat tunjukkan bukti tapi saya pribadi tidak percaya dengan bukti tersebut mengingat tanah ini sudah dihibahkan secara adatiah dari keluarga Bungabali (Alor Besar) kepada pihak kekuarga besar Adang (Kokar),"pungkasnya.


Debrina juga menyampaikan bahwa oknum ini memang sempat berhasil mengelabui Lurah setempat hingga pihak kecamatan sehingga kecolongan dalam melakukan penandatanganan pada lembaran surat yang disodorkan oleh Oknum MY dan komplotan.


"Saya memang sudah curiga sejak awal. Masa semua tanah punya dia? nah ini yang buat saya sempat bimbang dan kembali mempertimbangkan sampai proses mediasi dan mendapat penolakan dari pihak keluarga dua belah pihak saya langsung legah," pungkas Debrina di akhir wawancara.


Dengan adanya guagatan oknum MY dan komplotannya di SD GMIT Alor Besar hingga munculnya penolakan dari pihak Keluarga Besar Bungabali ini justru semakin memperkuat adanya tindakan penipuan dan praktik mafia tanah di Kabupaten Alor. (*Jab)