Dukung Polres Usut Mafia Tanah di Alor, IMM Alor Gelar Mimbar Bebas Depan BPN Alor -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Dukung Polres Usut Mafia Tanah di Alor, IMM Alor Gelar Mimbar Bebas Depan BPN Alor

Thursday, October 8, 2020

Massa Aksi Di Depan Kantor BPN
 

Indikatoralor.com - Pimpinam Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Alor dalam rangka pengawalan kasus Agraria di di Alor hari ini membangun mimbar bebas di Depan Kantor Bupati dan Depan Kanto ini BPN. Kamis, (08/09/2020)


Sebagaimana informasi yang diterima langsung pewarta Indikatoralor.com di lapangan bahwa IMM yang hari ini turun dengan  100-an kadernya ini merupakan bukti keseriusan dan bentuk kepedulian organisasi berbendera Merah Maron ini terhadap dugaan adanya komplotan Makelar Tanah yang sejak Desember tahun lalu hingga beberapa pekan lalu beraksi (Menjual Nama Keluarga Besar Panggo) di Alor Besar dan menjadi acaman sosial baru bagi masyarakat di Kabupaten Alor.


Bambang S. Golu Ketua Umum PC IMM Kabupaten Alor ketika diwawancai pewarta Indikatoralor.com menyampaikan bahwa PC IMM Kabupaten Alor dalam pengawalannya pada kasus ini telah mengantongi bukti - bukti terkait adanya kejanggalan dalam penyelesaian sengketa tanah di Kabupaten Alor.


"Dalam pengawalan kami pada kasus ini, melalui tim investigator telah kami kantongi beberapa file yang merupakan bukti akan adanya kejanggalan dalam penyelesaian sengketa beberapa bidang tanah di Kabupaten Alor" kata Bambang.


Menurut Bambang, mencuatnya kasus makelar tanah ini juga merupakan dampak dari minimnya integritas BPN Kabupaten Alor dalam melaksanakan pelayanannya terhadap Masyarakat di Kabupaten Alor.


"Dengan adanya kasus ini, BPN Kabupaten Alor kami anggap seperti lembaga ancaman baru bagi masyarakat. Sistematika BPN Kabupaten Alor hari tidak berpatokan pada Permen Agraria No 11 Tahun 2016 Tentang Penyelesaian Kasus Tanah. Masa penggugat tanpa bukti juga mereka layani. Dalam kurun Waktu 2 x 24 Jam, mutasikan Kepala BPN," ungkap Bambang geram.


Senada dengan Bambang, Abdullah Tuti Koordinator Aksi PC IMM Kabupaten Alor sekaligus Kabid Hikmah PC IMM Kabupaten Alor juga menyayangkan statement Kepala BPN yang dinilainya agak rasis dan kurang beretika.


"Kami sangat sayangkan pernyataan kepala BPN Kabupaten Alor yang sangat tidak mendidik. masa dia bisa bilang kalau dia orang Rote yang mau kerja lurus - lurus dan kalau ada orang Alor yang datang kesana hanya untuk cari masalah sebaiknya keluar?. Ini kan betul - betul rasis," terang Dulah.


Dulah tuti kepada pewarta memastikan bahwa akan tetap mengawal penuh tuntutan yang telah diserahkan kepada Bupati Alor. Serta mendukung Tim Kepolisian dalam menuntaskan kasus makelar tanah yang terjadi di kabupate Alor ini.


"Kami tetap kawal, sampai keadilan untuk korban - korban akibat ulah Oknum MY dan komplotannya dikembalikan sejumlah uang yang sempat dijarah serta kejelasan Mutasi Kepala BPN Kabupaten Alor" ungkapnya di akhir wawancara.


Sementara itu, Kapolres Alor  AKBP Agustinus Christmas, S.I.K kepada media saat dikonformasi beberap waktu lalu melalui pesan whatsapp mengatakan, di Alor memang banyak sekali kasus tanah.


“Polres juga selalu hadir dalam setiap sengketa gugatan tanah di BPN untuk monitor dan antisipasi apabila ada indikasi timbul gangguan kamtibmas. Permasalahan batas desa juga beberapa wilayah ada yang masih bermasalah dan terus kita pantau. Akan kita dalami supaya tidak menimbulkan gangguan kamtibmas karena gugatan perkara tanah dalam prosesnya, dimediasi oleh BPN kemudian para pihak tidak sepakat silahkan masukkan gugatan perdata ke PN,” tutup Christmas. (Jab)