Kades Tude Jual Beras Bansos, Rahmad Nazir; Ini Warning Bagi Para Kades di Alor -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Kades Tude Jual Beras Bansos, Rahmad Nazir; Ini Warning Bagi Para Kades di Alor

Thursday, July 9, 2020


Indikatoralor.com - "Adanya isu - isu Kades dan Aparat Desa memainkan bantuan ini dalam skema bantuan tidak tepat sasaran serta penyalahgunaan bantuan seperti di atas memang sering didengar namun tidak banyak masyarakat yang berani melaporkan." Kamis (09/07/2020)

Hal ini disampaikan oleh Dosen STKIP Muhammadiyah Kalabahi Rahmad Nazir -red kepada pewarta Indikatoralor.com pasca adanya Informasi penjualan beras di Desa Tude, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor oleh Kades sejak 2017, 2018 hingga 2019.

Menurut Rahmad, tidak beraninya masyarakat melaporkan tindakan penyalahgunaan seperti ini disebabkan oleh banyak faktor seperti takut, kurang pengetahuan mekanisme pelaporan, perasaan sebagai keluarga dan sebagainya.

"Sudah benar masyarakat melaporkan ke pihak berwajib untuk mencari keadilan dan yang lebih penting adalah jalur yang ditempuh oleh kelompok masyarakat Tude ini juga salahsatu tanda awas kepada para Kades lainnya di Alor untuk mengelola bantuan di desa seperti Raskin dan Rastra dan lainnya,"pungkas Rahmad.

Sambungnya, "Sebagai pelayan rakyat di tingkat desa sebaiknya transparansi bantuan berbasis keadilan memang sangat dibutuhkan di era ini. kita berharap peran BPD diperkuat sehingga dapat memberi fungsi pengawasan yang kritis terhadap Kades/Aparat Desa dalam menjalankan agenda pelayanan di Desa. Masyarakat pada umumnya khususnya mahasiswa, pers, ormas, dan kekuatan sosial lainnya bisa juga memberi pengawasan terhadap fenomena penyalahgunaan bantuan di desa".

Menanggapi gerakan yang tengah ditempuh oleh kelompok masyarakat Desa Tude serta OKP IMP2 ini akademisi muda yang giat dalam aktivitas literasi ini juga  berharap agar laporan yang sudah dimasukkan ke kepolisian dapat dikawal secara ketat proses hukumnya sambil berkoordinasi dengan Pemda sebgaimana yang sementara dilakukan hingga ada jalan keluarnya. (*Jab)