Jadi TPST Percontohan Nasional, Berawal Dari Kades yang Nyaris Diperadilkan -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Jadi TPST Percontohan Nasional, Berawal Dari Kades yang Nyaris Diperadilkan

Sunday, April 26, 2020

 (TPST) Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang

Indikatoralor.com - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dibalik kesuksesannya sebagai TPST Percontohan Nasional dalam mengatasi permasalahan sampah di tataran Regional hingga Nasional, ternyata menyisahkan kisah yang menegangkan sekaligus menginspirasi.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Pengelola TPST Mulyoagung F. Supadi dalam wawancara bersama awak media.

Dalam wawancara ini, F Supadi menjelaskan bahwa "pendirian TPST ini  berawal pada tahun 2008 lalu dimana Kepala Desa Mulyoagung saat itu terancam diperadilkan karena permasalahan pencemaran Sungai Berantas. Saat itu pembuangan sampah oleh masyarakat Desa Mulyoagung  masih berada di belakang Stadion Mulyoagung, Dusun Sengkaling, tepatnya di bantaran kali brantas"

Sambungnya, "TPST 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) ini berawal dari sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Cipta Karya di Desa Mulyoagung pasca kejadian pencemaran Kali Brantas ini".

"Setelah melalui perjuangan yang cukup berat akhirnya TPST berbasis 3R ini berhasil dibangun pada Bulan Desember tahun 2010  melalui sumber dana APBN, APBD, PNPM, CSR serta swadaya masyarakat dan mulai beroperasi pada tahun 2011". Pungkas Kepala TPST yang saat ini kerapkali melanglang buana dalam pelatihan penanganan permasalahan sampah di berbagai wilayah di Indonesia.

Saat ini, TPST 3R Mulyoagung dikelola oleh masyarakat melalui wadah kelompok Swadaya Masyarakat Mulyoagung Bersatu dengan pekerjanya terdiri dari 89 warga Desa Mulyoagung dengan tingkat penanganan sampah sejumlah 72 meter Kubik per-hari. Sekaligus sebagai TPST percontohan Nasional yang selalu menjadi objek studi penanganan sampah dari berbagai penjuru Indonesia.