Fatur Dopong || Surat Untuk Wakil Rakyat Kabupaten Alor -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Fatur Dopong || Surat Untuk Wakil Rakyat Kabupaten Alor

Monday, April 6, 2020

KEPADA WAKIL RAKYAT KAB. ALOR YANG MULIA
_________________________
Oleh: Fathur Dopong, S.Pd

Cukup suda kita bernostalgia didalam dunia maya, rakyat mu suda pandai, hanya saja tidak pandai bersilat lida.

Cukup suda kita bemain diatas kata- kata yang tidak bersifat edukasi dan konstruktif.

Pelanggaran memang sering dilaggar, bahkan menjadi budaya tapi apalah daya, sejago jagonya siang hanya malam yang mampu mengina bobohkan manusia dengan damai, dan keesokan harinya menjadi lupa segala beban dan ayat ayat yang menjadi dogma.

Pemain tetap menjadi pemain, penonton selalu menjadi penonton yang setia, yang setia selalu istiqomah tanpa istikhoroh, pahlawan tetap menjadi pahlwan walaupun pahlawan selau di intimidasi dimana mana, dan Maling terus menjadi maling.asal jangan maling mengatasnamakan rakyat.

Pertanyaan sederhana. Rezim macam apa yang melahirkan tirani tanpa hati nurani, bahkan sifat dan karakternya tidak lagi membedahkan antara mana manusia dan mana binatang.

Dikelelahan malam orang lemah hanya bermunaja kepada Tuhan. Karena hanya mereka percaya bahwa tuhan mampu menghantarkan hidaya kepada mereka sebelum maut menjemput dalam keadaan hina. Karena baginya tidak ada lagi yang mereka percaha selain Tuhan YME.

WAKIL RAKAT ALOR YANG MULIAH

Anda adalah wakil dari suaranya jutaan rakyat. Di pundak mu adalah amanah berat dari rakyat, anda adalah representase dari rakyat.

Kreatifitas melahirkan/ Mencetak masker bukan lagi urusan mu, karena engkau telah merampas usah para pedagang kreatif. 

Selama masi ada anggaran upayakan secara maksimal mungkin untuk pertolongan pertama. Desak pemerintah Usulkan realokasi anggaran untuk mendapatkan persetujuan.

Kata tetangga ade ko kepo bangat..!!!! memang  harus karena ini menjadi bagian dari hobiku.

Jika bapak berat hati, siapa lagi yang diharapkan, bisa jadi bapak Bupati realokasi dituangkan dalam Peraturan Bupati karena kondisi darurat,.

Kan kabupaten alor belum Positif.?
 Lebih baik mengatasi dari pada mengobati...!!!!!!ok...?

Kan lumayam besarnya alokasi dana tak terduga sebesar Rp 500 juta untuk penanganan corona, memang tidak cukup kata Anggota DPRD Politikus Golkar Azer D. Laupada, SH.  estimasinya dana 500 juta yang dialokasikan dari total dana tak terduga sebesar Rp 750 juta di APBD, sangat kecil. Saya sepakat jika  pemerintah perlu lakukan realokasi APBD untuk menambah pos belanja tak terduga.

Inilah masalah yang perlu dipikirkan bapak dewan yang muliah, bukan berbalas pantun. karena faktor Covid- 19 sangat berdampak amat besar, tidak hanya berdampak pada ekonomi sosial saja akan tetapi berdampak pada kematian disebabkan karena kelaparan dan ketakutan yang berlebihan.

Persoalan naik sembako secara mendadak bukan juga 100% kesalahan terletak pada para pedagang kaki lima. tapi saya melihat dan mengamati bahwa,  para pedagang  mengikuti mata rante proses transaksi dari orang pertama.

 Jika dipaksa turun harga oleh bapak dewan,  maka yang menjadi imbas adalah Kios dan toko- toko akan melakukan lokdown serentak sambil menanti berakhirnya masalah covid- 19.  karena inti dari masalah terletak pada UNTUNG dan RUGI.
Dititik inilah anda harus hadir dan memabwa sejuta solusi bukan sejuta masalah.

Sekian salam hormat