Realitas Dinamika Kedudukan IMM di PTM
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Realitas Dinamika Kedudukan IMM di PTM

Thursday, January 16, 2020

inidikatoralor.com

Realitas Dinamika Kedudukan IMM di PTM
Tulisan Oleh : IMMawan Try Setiawan Daeng Mamala
Ketua Bidang Organisasi DPD IMM NTT periode 2019-2021

Kedudukan IMM di PTM akhir-akhir ini menjadi Topik diskusi yang hangat di sudut-sudut Kedai coffe karena Realitas yang terjadi bahwa PTM hari-hari ini mengalami degradasi secara stagnan terhadap Pemahaman kedudukan IMM di PTM oleh Sekelompok Individu yang tidak bertanggung jawab mengatakan bahwa IMM adalah organisasi Ekstra Dalam PTM. sehingga, lahirnya tulisan ini pun tak lepas dari diskusi mengenai persoalan ini.

Fenomena ini terlihat dari pemahaman sekelompok individu yang sebenarnya tidak memahami Realitas Historis maupun ideologis yang berkaitan dengan Hubungan IMM Dan PTM. Oleh karena itu, Untuk menarik benang merah diantara keduanya maka perlunya kita memahami fungsi dan peran diantara PTM sebagai lembaga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan IMM sebagai organisasi Otonom (Ortom) milik Muhammadiyah di kalangan Mahasiswa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sebagai salah satu organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah Memiliki peran yang sangat vital dalam internal persyarikatan Muhammadiyah, Baik Dalam sektor Ideologis Maupun Historisnya. Hal ini tercermin melalui Tujuan IMM, Yakni Menciptakan Akademisi Islam yang ber ahlak Mulia demi mewujudkan cita-Cita Muhammadiyah.

Dilain sisi, Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Adalah salah satu lembaga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang bergerak di dunia pendidikan yang juga mempunya tujuan membantu terciptanya Tujuan Muhammadiyah itu sendiri.

Menilik dari keduanya, Maka Letak perbedaannya adalah PTM memiliki sentral pergerakan di bidang pendidikan dalam membantu mewujudkan cita-cita muhammadiyah. Sedangkan IMM memiliki sentral pergerakan dengan menciptakan dan membentuk kader-kader muda Muhammadiyah melalui perkaderan Darul Arqam Dasar (DAD) untuk mewujudkan cita-cita muhammadiyah. Adapun, Kesamaan tujuan pada keduanya adalah untuk membantu mewujudkan cit-cita muhammadiyah, yakni mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

untuk lebih lanjudnya, maka mari kita menilik dua aspek utama yang melatar belakangi Hubungan antara keduanya.
1. Historis
       secara Historis, IMM dan PTM memiliki Hubungan yang berkaitan erat satu sama lain. Ke eratan ini berangkat daripada salah satu faktor munculnya ide Menggagas Lahirnya IMM saat itu, yakni Mahasiswa Muhammadiyah yang belajar di Dalam PTM dan mempunyai kesamaan pemikiran dengan Muhammadiyah mesti dibentuk wadahnya sendiri dalam mewujudkan cita-cita Muhammadiyah. dari sinilah, singkat historiz hubungan antara PTM dan IMM.
 selain itu Berdasarkan PEDOMAN PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH TENTANG PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH 
BAB X
MAHASISWA, ORGANISASI KEMAHASISWAAN, DAN ALUMNI, telah diatur kedudukan IMM dalam PTM dalam
Pasal 28 tentang 
Mahasiswa, Organisasi Kemahasiswaan, dan Alumni
Nomor 2. Organisasi Kemahasiswaan PTM terdiri atas Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), 
Dewan Perwakilan Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa.
 dilain sisi, Hal ini pun diatur dalam Trilogi IMM, Yakni IMM sebagai Organisasi Kemahasiswaan, Keagamaan dan kemasyarakatan. sehingga setiap perkaderan, tidak salah bila dalam rekruitmen anggota baru, IMM menjadikan Mahasiswa di PTM menjadi objek sentral yang akan di jadikan anggota baru demi kelangsungan perwujudan cita-cita Muhammadiyah ke depan dan Tugas PTM adalah mempertegas aturan PP Muhammadiyah diatas untuk diberlakukan bagi seluruh Mahasiswa yang kuliah di PTM.

2. Ideologi
      Secara Ideologi, IMM dan PTM menganut Ideologi yang sama, yakni Ideologi Muhammadiyah. Sehingga, walaupun realitasnya bahwa Keduanya mempunyai Bentuk dan pola pergerakan yang berbeda, tetapi PTM dan IMM menganut Ideologi yang sama yakni, Ideologi Muhammadiyah.

Namun Sekarang, realitas yang terjadi Hubungan yang erat itu kini perlahan mulai renggang oleh sebab pihak yang tidak bertanggung jawab muncul dan menjadi bagian penting dalam PTM bak penyakit yang menjangkit dan menyerang tubuh manusia. Satu persatu jaringan tubuh mulai dijangkit,  sampai pada jantung pergerakan paling central dan vital di Muhammadiyah yang bukan saja terjadi di PTM, namun terhadap organisasi - organisasi otonom pun ikut terjangkit.
penyakit ini muncul karena ada faktor yang melatar belakanginya, yaknin:

1. Pemahaman
     Dalam konteks pemahan, terdapat banyak sekali pihak yang tidak melalui jenjang perkaderan formal di Muhammadiyah yang ikut dan turut serta menjadi bagian penting dalam PTM. sehingga  hal ini bisa melatar belakangi munculnya adagium "Asing di Rumah Sendiri" di kalangan Kawan-kawan IMM . Bukan Tanpa Sebab, Oleh pihak-pihak ini IMM dianggap Organisasi Ekstra dalam PTM sehingga berangkat dari pemahaman ini, bentuk kewajiban terhadap progres pergerakan yang datang dari PTM ke IMM tidak lagi dijalankan dengan baik secara Moril maupun Materil. 

2. Keadaan Buruk internal Kader IMM di PTM
    kondisi yang Dimaksud adalah, Sebahagian besar kader-kader IMM dengan berdalih "Rumah Sendiri" sering menganggap enteng setiap Qoidah dan peraturan yang berlaku di dalam PTM. sehingga tak jarang kita lihat sebahagian bnyak kader melanggarnya. yah, bagaimana mungkin kita yang mengaku Pemilik Rumah, tapi kemudian kitalah yang melanggar. mestinya kitalah yang menjadi cerminan bagi mahasiswa lain dalam menaati aturan dan Qoidah yang berlaku dalam PTM.

3. Adanya sikap Apatis dikalangan pihak lembaga PTM  yang tidak mau menjalankan Qoidah dan aturan PP Muhammadiyah tentang PTM 

dari faktor - faktor Permasalahan diatas, maka solusi yang mesti diambil adalah 

1. Adanya upaya yang dialakukan dari IMM untuk meningkatkan pemahaman dikalangan pihak yang tadinya bukan kader ini agar lebih memahami secara detail tentang Muhammadiyah dengan jalan mengadakan kegiatan Baitul Arqam Muhammadiyah dan lain-lain.

2. Perlu adanya kesadaran dalam diri kader akan qoidah dan aturan PTM agar kader IMM menjadi cerminan untuk mahasiswa lain yang memilih tidak ber IMM

3. Bagian terpenting adalah sudah semestinya di PTM itu  lebih mengutamakan kader-kader Muhammadiyah untuk mengelolanya.

4. Hubungan yang baik antara PTM sebagai lembaga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM)dan IMM sebagai organisasi Otonom (ORTOM) Muhammadiyah harus terus dipupuk berdasarkan aturan PP Muhammadiyah tentang PTM yang telah diatur sebelumnya agar terciptanya kehangatan komunikasi dan sinergiaitas anatara PTM dan IMM.

Akhirnya penulis berharap, semoga Muhammadiyah kedepan  tidak ada lagi yang bukan kader menduduki ortom maupun amala usaha milik muhammadiyah dan tidak ada lagi yang duduk diatas kepentingan ego kultur, dan budaya yang menyebabkan kita semakin tergerus jauh dalam kekelaman dalam ber Muhammadiyah. sehingga Matahari Muhammadiyah betul-betul menjadi sumber kehangatan bagi seluruh Rakyat Indonesia sampai akhir hayat.