Wisata Baru Tanjung Dugong || Ketika Pariwisata semakin otentik, Dan Aspek Budaya Semakin Hambar. -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Wisata Baru Tanjung Dugong || Ketika Pariwisata semakin otentik, Dan Aspek Budaya Semakin Hambar.

Monday, November 11, 2019

Tanjung Dugong. Designed//Indikator Alor News

Indikatoralor.com (Ketika Pariwisata semakin otentik, Dan Aspek Budaya Semakin Hambar terasa), Maka Perlu KOPI (Ketika Otak Perlu Inspirasi) guna menyembuhkan Nalar Berfikir.

Hadir Kembali, Tempat Wisata Kekinian Tanjung Dugong, Kabupaten Alor.

Sejenak saat menyeduh Kopi dan bercumbu bersama semesta, maka seolah memberi legitimasi bahwa keduanya menghadirkan kebahagiaan pada setiap penikmatnya. Namun, Ketika di flasback kembaki maka kebahagiaan itu hanyalah pelengkap daripada banyak kesedihan yg ingin dituangkan bersma Segelas Kopi yg Tepat di genggaman. Seolah kesemua rasa itu memberi makna bahwa Tugasmu sbgai generasi adalah belajar, berfikir dan berbuat. Bukan hanya sekedar sebagai penikmat belaka.

Memulainya dengan Seakan Tak ingin Lepas Dari Legitimasi Bahwa Kabupaten Alor Adalah Salah Satu Daerah Yang Terkenal Dengan Pariwisatanya, Maka Tanjung Dugong Hadir Sebagai Bukti Otentik Dari Kemajuan Pariwisata Di Kabupaten Alor.
  Tidak ingin tertinggal dengan Daerah Lain, Maka Ada Usaha Dan Upaya yg terus dilakukan Demi Mengekspos Tiap Jengkal Keindahan Semesta Yang ada Di  Tanah 1000 Moko ini.

Sebagai Mileneal,  Apresiasi sdah pasti diberikan, Namun Lebih daripada itu mileneal tak ingin luput daripada kekritisannya. Sehingga menjadi sebuah keniscayaan bahwa  pesatnya Pariwisata Bukanlah Ukuran Daripada Suatu Daerah Itu Dikatan Maju. Karena ketika kita hnya menmpatkan Nilai pariwisatanya, maka Boleh Dikata Aspek Pariwisatanyalah yang Maju. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah Lalu bagaimana dengan aspek2 yang lain?
Tentu ini pun membutuhkan energi pikiran untuk menjawabnya, karena mesti ada bukti otentik lain yg turut serta dalam kemajuan tiap2 Aspeknya.
Aspek Budaya Misalnya, kami Mileneal menilai bahwa Pameran Budaya seperti Expo, atau saat pawe  Carnaval tidak cukup Kuat untuk Membangun pemahaman yg baik tentang Budaya Alor. Karena seolah kita hanya memamerkan tanpa disertakan pengetahuan yg baik terhadap setiap pengunjung yg datang dan ikut menikmati Keindahan Budaya yg Kita milik.
Perlu digaris bawahi, bahwa hanya Menikmati. Tapi mengenai Pengetahuan dari mana asala usul budaya itu akan menjadi Nihil dalam isi Kepala pengunjung.

Untuk itu, Kami Mileneal ingin Berbisik dengan lembut kepada Kelembagaan terkait, setiap kali pameran budaya yg ingin di tampilkan maka, sudah semestinya disiapkan literasi yang cukup Memadai demi menunjang SDM(Sumber Daya Manusia) pada tiap-tiap Pengunjung yg datang dan menyaksikan. Sehingga ketika pulang, mereka tak sekedar membawa keindahan, kekhasan, Dan keragaman Tapi juga pengetahuan tentang Semua Kebudayaan yang mereka dapati di Alor.

Penulis : Try Setiawan
Editor : Ketua Redaksi