Musyda IMM NTT, Ketua DPD; Musdya Bukan Ceremonial Pergantian Kepemimpinan -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Musyda IMM NTT, Ketua DPD; Musdya Bukan Ceremonial Pergantian Kepemimpinan

Saturday, November 2, 2019

Foto: Pejabat DPP IMM dan Tokoh Alumni IMM NTT Beserta Undangan OKP se-NTT

Indikatoralor.com - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Daerah Nusa Tenggara Timur (DPD IMM NTT) Selenggarakan Musyawarah Daerah.

Dengan mengusung tema "Membangun Kemandirian, Membumikan Nalar Gerakan untuk NTT Berkemajuan" yang di laksanakan di aula utama Universitas Muhammadiyah Kupang pada tanggal 1 November 2019 berjalan dengan lancar.

Dalam kegiatan ini, Fathur Dopong selaku Ketua Umum DPD IMM NTT menyampaikan bahwa "jangan sampai kader IMM NTT memaknai Musyda kali ini hanya sebatas menggantikan nahkoda baru, tapi mari kita jadikan Musyda sebagai ajang kita Silahturahmi antar kader, evaluasi kinerja kepimpinan, menyatukan konsep untuk di jadikan rekomendasi kepimpinan selanjutnya dan memilih nahkoda Baru DPD IMM NTT periode 2019- 2021".

Untuk itu, sambung fatur, "saya mau sampaikan bahwa ke absahan suatu pemimpin adalah bagaimana ia mampu mensejaterahkan rakyatnya, kesejahteraan yang saya maksud bukan, masalah finansial/ keuangan tapi bagaimana pemimpin mampu mentranspormasi nilai nilai intelektual, humanitas dan relegiusitas kedalam diri kader IMM NTT," pungkasnya.

Selain itu, Fathur juga menyampaikan bahwa, momentum Musyda kali ini, saya berharap kader imm harus pastikan pemimpin yang anda pilih suda punya kemampuan yang di andalkan dan mampu hadir dalan 3 posisi, pertama; berada di belakang sebagai pendorong. di tengah sebagai penyemangat dan di depan sebagai contoh/ tauladan.

Senada dengan Fatur, Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang (Dr. Janur Wula, M.Si) menyampaikan, saya menyambut baik atas kegiatan Musyda DPD IMM dan secara Sivitas Akademik mengucapakan selamat dan sukses.

Rektor UMK ini menyambut baik atas kegiat IMM dan Ortom IMM di Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang, saya berharap kader IMM hadir sebagai contoh dan mampu mengedepankan Karakter dalam berproses sembuhnya.

Selanjutnya Kabidor DPP IMM (Abdullah S. Toda)   dalam sambutannya menyampaikan Membangun Kemandirian seorang pemuda/mahasiswa dalam membangun organisasi dan bangsa  sebagai sebuah kekuatan harus memiliki 3 potensi, yang mana 3 potensi ini juga sebagai kesiapan sebuah negara dalam mempersiapkan diri memasuki generasi emas 2045 yang disebuat jiga sebagai Historical blok diantaranya. Pertama, memilki kemampuan dan skill dalam perpolitikan, karena bicara politik akan menghasilkan kekuasaan dan arah kebijakan demi kemaslahan kemanusiaan universal.
Kedua, memiliki potensi ekonomi yang memadai, maju mundurnya sebuah bangsa dan sebagai salah satu kekuatan pondasinya ada di  ekonomi, karena ekonomi merupakan hajat hidup banyak orang. Ketiga, adanya kekuatan di kalangan pemuda, tidak bisa naffikan bahwa pemuda adalah benteng terkahir peradaban dunia, di indonesia jika soekarno tidak punya keberanian lewat semangat kepemudaannya maka negara tidak mungkin merdeka, begitu halnya dengan ketika tidak adanya keberanian Prof. DR. Hamka maka tidak adanya intelektual yang diwariskan di bangsa ini.

Kegiatan ini turut hadir Gubernur NTTT yang wakilkan oleh (Nasir Abdullah), perintis kelahiran IMM NTT (Adam Asrakal), Majelelis Ulama Indonesia (Mandar Langi Pua Upa),beberapa Mantan Ketua Umum DPD IMM NTT, Ketua FOKAL IMM NTT ( Usaman Sakan, M.Pd)  dan beberapa tokoh tokoh Muhammadiyah NTT.

Reporter: Humas Panitia
Editor     : Redaksi