Lukas Enambe; Mahasiswa Papua Akan Ditarik Ke Papua Jika Situasi Tetap Begini -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Lukas Enambe; Mahasiswa Papua Akan Ditarik Ke Papua Jika Situasi Tetap Begini

Tuesday, August 20, 2019

Lukas Enambe (Gubernur Papua)

Indikatoralor.com - Ditengarai adanya intimidasi dan rasisme terhadap mahasiswa di Surabaya dan Malang, Pemerintah Provinsi Papua berencana untuk menarik seluruh mahasiswa Papua yang sedang menempuh studi di seluruh kota di Indonesia.

Hal ini ditegaskan oleh Gubernur Papua, Lukas Enambe yang dilansir oleh wartaplus. Lukas menegaskan bahwa jika di NKRI masih saja ada rasisme, maka pasti seluruh mahasiswa Papua yang tengah menempuh pendidikan di luar akan ditarik.

"Di Indonesia, Bhineka Tunggal Ika ada. Tapi masih ada hal seperti itu, Indonesia sudah 74 Tahun merdeia tidak bisa seperti itu," tegas Gubernur Lukas kepada  wartawan kepada awak media pasca sertijabat eslon II dan III di Gedung Negara, Dok V Jayapura (20/08) lalu.

Menurut Lukas, Indonesia sepertinya sudah kurang aman bagi masyarakat Papua. Sebab itu, mahasiswa akan ditarik kembali.

"Jadi kalau Indonesia tidak aman bagi kita, saya mau tarik semua mahasiswa yang ada di luar, saya bicara dengan Gubernur Papua Barat agar mereka datang kesini, kita bahas untuk menampung mahasiswa di Unipa dan Manokwari", Pungasnya.

Sementara itu dengan beredarnya Video permohonan maaf dari beberapa pejabar daerah di Pulau Jawa, Luka mengakui bahwa permintaan maaf tidak sesederhana itu.

"Tidak bisa sesederhana itu, Papua bukan model seperti itu, ini masalahnya sudah rumit, rasisme sudah terjadi bertahun - tahun kepada mahasiswa di Jawa, jadi tidak semudah itu meminta maaf", tegasnya.

Gubernur Papua menerangkan bahwa ujaran rasisme ini merupakan permasalahan adat sehingga tidak dapat disederhanakan dengan panggilan Mace, Pace. Presiden harus tegas dan menindak pelaku - pelaku yang telah memprovikasi mengingat kondisi permasalahan yang ada di Papua hingga hari ini masih urgent.

Di akhir wawancaranya, kepada awak media, Gubernur Papua juga menerangkan bahwa akan segera mengirim Sekda dan Tim yang sudah di bentuk ke Jatim.