Upacara Adat Sambut Mahasiswa KKN UMY di Desa Tliu TTS -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Upacara Adat Sambut Mahasiswa KKN UMY di Desa Tliu TTS

Thursday, July 25, 2019

Foto // Kegiatan KKN Mandiri (dokpri)

Indikatoralor.com - Tim KKN (Kuliah, Kerja, Nyata) Mandiri, Dharma Cita Nusantara, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kembali melakukan pengabdian di Desa Tliu, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kamis (25/07/2019)

Kegiatan ini merupakan agenda tetap pada tahun kedua, Dharma Cita Nusantara mengabdi di Desa Tliu, setelah tahun pertama (2018) sudah didahului oleh generasi pertama sekaligus generasi pembuka pengabdian di Tanah Timor. Maksud kembali diadakannya pengabdian ini adalah antara lain melanjutkan program KKN Dharma Cita Nusantara sebelumnya dan melakukan pengembangan potensi lain desa yang belum sepenuhnya dilakukan tahun lalu. Tahun ini Tim Dharma Cita Nusantara sudah menginjakan kaki di Desa Tli’u terhitung sejak tanggal 9 Juli 2019, yang kemudian menghabiskan satu minggu pertama sebagai sarana penyesuaian diri dengan masyarakat dan lingkungan. Lalu kemudian pada tanggal 17 Juli Tim Dharma Cita Nusantara telah diterima secara adat dan pemerintahan desa, yang bertempat di Kantor Kepala Desa, Desa Tliu.

Pada pertemuan ini selain penerimaan Tim Dharma Cita Nusantara dengan masyarakat dan Pemerintah Desa, Tim Dharma Cita Nusantara juga melakukan pemaparan program kerja selama 2 bulan di Desa Tli’u, yang diwakilkan oleh lima kepala divisi yang ada dalam struktur kerja Dharma Cita Nusantara.

Menurut M. Farzil Haq Hi Ali (Koordinator Tim) atas nama seluruh tim, kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah desa tli’u dan seluruh masyarkat karena antosias dan atensinya mendukung dan menyambut kami kami dengan baik.

Selain itu Farzil pun menambahkan beberapa program yang akan kami aktualisasikan selama pengabdian, diantaranya Sekolah Ceria yang mengembangkan inovasi belajar dengan permainan oleh Divisi Pendidikan, Sosialisasi dan Pengembangan Daun Kelor yang merupakan bentuk keselarasan dengan  program kerja Gubernur Provinsi NTT oleh Divisi Pertanian, Pengobatan Gratis masyarakat yang bekerjasama dengan Puskesmas setempat oleh Divisi Kesehatan, Pelatihan pembuatan kripik berbagai Varian yang berbasis produksi alam di DesaTliu oleh  Divisi Ekonomi Kreatif dan Festival Budaya yang berangkat dari adanya usaha menjaga budaya dan kearifan lokal di Desa Tli’u oleh Divisi Sosial.

Kami juga sampaikan bahwa pasca acara penerimaan dan pemaparan Program Kerja ini, kami akan melakukan pemasangan jam baru di tugu jam yang merupakan hasil kerja Tim Dharma Cita Nusantara tahun 2018 (angkatan pertama), sekaligus menjadi pembuka rangkaian program kerja sampai akhir bulan agustus mendatang.

Menurut Farzil Berangkat dengan semangat dan antusiasme yang sama dalam pengabdian kali ini, Tim KKN Dharma Cita Nusantara yang berjumlah 34 orang  bersepakat mengangkat thema “Salam Mengabdi, Bersama Mewarnai Indonesia”  dan kami telah bersepakat bahwa pengabdian ini harus dimaknai lebih dari sekedar prosedur memenuhi SKS di Kampus, tapi menjadi sebuah tanggungjawab kemanusiaan dan manusia terdidik untuk memanusiakan- manusia yang lain.

Kami berharap tim DCM ini menamba program kerja yang lebih bagus lagi terutama bidang ekonomi dan kreatifitas agar dapat merubah perekonomian warga dan memberikan kesan yang baik untuk desa ini.”Tutur salah satu warga Desa Teli’u.

Reporter: Fatrhur
Editor     : Jab