Mengapresiasi Prestasi Anak Muda Alor -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Mengapresiasi Prestasi Anak Muda Alor

Saturday, July 13, 2019

Foto Penulis

Indikatoralor.com - Dalam kurun waktu lima tahun terakhir publik Alor menyaksikan torehan prestasi anak-anak muda Alor di berbagai bidang pada level propinsi, nasional bahkan dalam skala internasional. Prestasi-prestasi tersebut memberikan inspirasi kepada para generasi di bawahnya untuk juga menyiapkan diri sebaik mungkin dalam mengikuti jejak para seniornya.

Rasa bangga dan kagum dirasakan oleh para orang tua dan seluruh keluarga besar Alor bahwa kualitas manusia Alor jika dipoles dengan baik tidak kalah dari daerah lain yang ada di NTT bahkan dalam skala yang lebih luas. Bagi saya prestasi anak muda Alor setidaknya dapat membuka mata para kaum milenial untuk tidak terlibat dalam hal-hal yang tidak produktif atau negatif seperti tindakan kenakalan remaja atau kriminalitas yang kerap beberapa waktu lalu terjadi di Alor. Data tahun 2014-2017 menunjukkan bahwa rata-rata tindak kriminal mencapai 563 pelaku dna dapat diselesaikan mencapai 143 pelaku atau persentase penyelesaian baru mencapai 25,71%. (BPS Kab. Alor, 2018).

Asumsinya, pelaku didominasi oleh kalangan muda. Oleh karena itu maka perlu mendorong anak-anak muda untuk konsen/fokus pada minat dan bakatnya untuk dirubah menjadi prestasi gemilang bahkan menjadi titik terang bagi masa depan mereka yang cerah. Jika anak-anak muda fokus belajar, berlatih untuk tujuan berprestasi maka tentu pikiran dan tindakan untuk hal-hal negatif akan perlahan hilang.

Berikut adalah ulasan beberapa anak muda yang berhasil mengharumkan nama Alor di level propinsi, nasional hingga internasional.
Pertama, Yabes Roni Malaifani yang berhasil lolos seleksi Timnas U 22 bahkan menjadi penyerang yang sangat ditakuti. Bermain di level internasional dan saat ini bergabung dengan klub papan atas yakni Bali United. Kisah perjuangan mereka menjadi pemain bola profesional bahkan telah difilmkan. Ketenaran Yabes sangat terasa saat saya sedang mengenyam pendidikan di kota Jogjakarta. Setiap berkenalan dengan orang mereka selalu menanyakan Yabes kepada saya. Sungguh itu sessuatu yang sangat membanggakan.

Kedua, Andmesh Kamaleng yang menjadi pemenang The Rising Star Indonesia di RCTI. Sebuah perjuangan sebagai penyanyi yang luar biasa menyingkirkan lawan-lawannya dari berbagai daerah di Indonesia hingga mencapai puncak kompetisi bergengsi tersebut. Kini Andmesh sibuk melayani permintaan menyanyi yang semakin menyibukkan dirinya.

Ketiga, Wardiansyah Sanu yang sukses menjadi pemenang ke-empat di AKSI Indosiar 2019. Wardi sukses menyingkirkan lawan-lawannya dari berbagai daerah di Indonesia hingga di posisi 4 besar. Sebagai anak muda Alor yang sukses dalam bidang keagamaan dalam hal ini adalah bidang dakwah tentu telah membanggakan publik Alor apalagi keluarganya. Kini Wardi juga sibuk dengan permintaan ceramah berbagai acara keagamaan yang cukup menyita waktunya.

Keempat, Isack Jacob Letidena (Isack Junior) adalah anak muda Alor yang sukses dalam dunia tinju bahkan pernah menjadi juara WBO Asia. Sebuah gelar level dunia yang ikut memberikan rasa bangga bagi keluarga besar Alor di mana saja berada. Isack Junior kini terus fokus meniti karirnya dalam dunia tinju.

Kelima, Alpius Maufani merupakan finalis kejuaran tinju amatir senior kelas 64 kg pada Porda XIV 2017 di Daerah Istimewa Jogjakarta. Putra Alor yang juga sukses di dunia tinju ini mewakili Kabupaten Sleman di ajang tersebut.

Keenam, Muhajirin Rasang yang berasal dari Alor Barat Laut berhasil lolos dalam seleksi klub papan atas nasional yakni Bali United. Muhajirin sukses mengikuti jejak seniornya Yabes untuk masuk ke klub bola Bali United.

Ketujuh, Muhammad Rohan Fahrurozy merupakan anak muda Wetabua Alor yang berhasil lolos memperkuat Timnas U 15 yang akan berlaga di Santiago Barnabue Spanyol kandang Klub Raksasa dunia Real Madrid. Buah jatuh tidak jauh dari pohon, demikian peribahasa yang cocok dengan Rohan, ayahnya juga merupakan legend pemain bola kaki terkenal di Klub papan atas di Alor bernama “Gajah Mada”.

Kedelapan, Marcellius Fanmakuni asal Lembur Barat Alor yang bernasib baik dipanggil manajemen klub Sepak Bola Elit asal Inggris, Manchester United (MU) untuk latihan di kandang MU Inggris. Saat pelatih Timnas Indra Syafri ke Alor dan meminta data 2 pemain dan akhirnya Yayasan Kick Andy Foundation membiayai Marcellius mengikuti seleksi di Bali tahun 2015 bersama 41 pemain U 14 dan hanya 6 nama yang dipanggil latihan di MU Inggris bahkan dari 6 nama tersebut ia di urutan pertama perengkingan.

Kesembilan. Marice F. Makanlehi adalah siswa SMP N 1 Kalabahi yang berhasil menjadi peserta OSN IPS Tingkat Nasional sewaktu berkompetisi di Kota Jogjakarta pada 30 Juni sampai 6 Juli 2019 lalu.

Yang tidak kalah penting adalah banyaknya Qori/Qori’ah asal Alor yang sering membawa nama Nusa Tenggara Timur ke Musabaqa Tilawatil Qur’an (MTQ) level nasional. Beberapa Qori/Qori’ah tersebut diproduk di pesantren Cijantung besutan tokoh agama Alor Bapak H. Likur.

Berdasarkan nama-nama para kaum muda Alor yang telah menorehkan prestasi dan tercatat dalam sejarah bagi publik Alor. Mungkin saja data yang disajikan masih belum lengkap dikarenakan keterbatasan saya dalam memperoleh informasi. Namun, paling tidak informasi ini ikut memotivasi para orang tua dalam mendidik anak-anaknya berprestasi dalam bidang apa pun sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya. Harapannya kepada pemerintah daerah serta semua pemangku kepentingan untuk ikut mengapresiasi secara nyata bagi generasi muda Alor yang telah mengharumkan nama Alor. Pemerintah Daerah Alor harus memberi perhatian untuk hal ini karena campur tangan Pemda dinilai cukup efektif memacu semngat anak-anak muda. Demikian juga kepada pihak swasta yang sedang beroperasi di daerah Alor harus menunjukkan tanggung jawab sosialnya untuk memotivasi semangat para milenial Alor.

Semoga dalam perjalanan waktu ke depan akan hadir generasi-generasi berkualitas dalam berbagai bidang yang ikut membanggakan dan mengharumkan nama Nusa Kenari.


Penulis : Rahmad Nasir
Status    : Fungsionaris KAHMI Alor
Editor    : Redaksi