Kasus Pelecehan Seksual di SD CB Kota Kupang Itu Palsu, Berikut Keterangan Oknum Guru -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Kasus Pelecehan Seksual di SD CB Kota Kupang Itu Palsu, Berikut Keterangan Oknum Guru

Sunday, April 28, 2019


Indikatoralor.com - Kota Kupang pada Kamis 25/04/2019 sempat geger dengan adanya pemberitaan tindakan pelecehan seksual oleh beberapa media berita Online. Minggu (28/04/2019)

Sebagaimana informasi yang diterima oleh pewarta indikatoralor.com bahwa ada beberapa kejanggalan serta perilaku tindakan tidak terpuji yang masuk dalam skenario lucu ini.

Mendengar informasi ini dengan tujuan untuk memastikan kevalidan berita, tim pencari fakta indikatoralor.com langsung melakukan penggalian informasi kepada oknum guru yang dikabarkan merupakan pelaku. Namun ternyata jika di gali secara mendalam maka oknum guru yang merupakan alumnus salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Kupang yang tengah mengawas ujian di SD CB Kupang ini adalah korban pencemaran nama baik dan Intimidasi.

Berdasarkan keterangan dari Guru yang diketahui berinisial MSB ini kepada pihak pencari fakta bahwa "Saya tidak melakukan pelecehan seksual terhadap peserta didik. Saya berani bersumpah Demi apapun itu. Saya kesini bertujuan untuk menjalankan tugas saya sebagai pendidik". Ujarnya dengan nada agak sedikit kesal.

Tapi, Sambungnya. "Saya kemudian dipaksa untuk mengakui bahwa saya telah melakukan hal hina tersebut ketika proses mediasi bersama kepala yayasan CB. Saya masih ingat!!! Ketua yayasan CB sendiri yang menjamin bahwa jika saya mengakui maka semua permasalahan akan selesai dalam ruangan dan tidak sampai keluar. Maka demi terselesaikannya kesalah pahaman tersebut saya terpaksa mengakui karena waktu itu mental saya betul - betul di preasure serta diserang oleh beberapa orang yang hadir disana tanpa ada yang membantu. Jujur saya merasa sangat di Intimidasi."

Guru ini juga menjelaskan bahwa dia tidak menduga jika pengakuannya sampai sempat direkam dan dibawa ke teman - teman Jurnalis. "Saya kira masalahnya sudah selesai dalam ruang sesuai apa yang disampaikan ketika mediasi, loh kok malah nama saya terpampang di Media seperti orang yang tidak bermoral? Selain nama saya yang dipampang dengan terang, mereka juga menulis dengan jelas nama lembaga tempat saya mengabdi. Ini sudah benar - benar keliwat batas". Tegas MSB.

Dikarenakan pihak yang ikut dalam mediasi tidak berpegang teguh pada kesepakatan yang sudah kami buat bersama, maka saya juga menarik pengakuan saya dan ingin menjelaskan secara langsung bahwa saya melakukan pengakuan di video yang beredar dalam keadaan menitikan air mata. itu karena saya berada pada posisi tertekan dan dipaksa mengakui perbuatan hina yang sebenarnya tidak saya lakukan. Jelasnya di akhir wawancara bersama tim pencari fakta Indikatoralor.com


Reporter: Tim Pencari Fakta
Editor     : Redaksi Indikatoralor.com
PJ             : Indikator News Network