Surat Fahri Hamza "Untuk Sahabat Di Kupang" -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Surat Fahri Hamza "Untuk Sahabat Di Kupang"

Friday, March 15, 2019

Foto Illustrasi

Indikatoralor.com - Siapakah kami? Apakah kami tidak saling mengenal? Kami orang Sunda kecil, lalu Mr. Muhammad Yamin memberi nama Kepulauan Nusa Tengara. Ya, kepulauan yang terletak di tenggara kepulauan Nusantara atau Semenanjung Melayu sebelum menjadi Indonesia.

Mengutip dari akun instagram fahrihamzah,  Kepulauan Sunda adalah kepulauan yang terletak di sebelah barat kepulauan nusantara. Ada Sunda kecil ada Sunda besar tentunya. Jika kami Sunda Kecil maka Sunda Besar meliputi Kalimantan, Sumatera, Jawa dan Sulawesi. Kategori ini dikenal sejak Sumpah Palapa dibaca Gajah Mada.

Dan kami Sunda Kecil terdiri dari kepulauan yang lebih kecil yang terdiri dari hamparan pulau, sejak pulau Bali, Lombok, sumbawa, Sumba, Flores, Timor, hingga kepulauan Tanimbar. Kami adalah wajah kerukunan yang sebenarnya. Kami hidup berdampingan dan saling berbagi lahan.

Ketika Propinsi Kepulauan Sunda Kecil akan dibagi menjadi Propinsi yang lebih kecil terciptalah 3 Propinsi yang unik. Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Bali berciri Hindu, NTB berciri Islam, dan NTT berciri Nasrani.

Di tiga Propinsi (utamanya, sebab juga ada juga yang lain seperti Timor Leste yang kini terpisah) ini selalu ada rasa bersaudara yang kuat. Orang Bali mengetahui bahwa saudara dan keluarga mereka banyak dititipkan di pulau sebelahnya; utamanya Lombok dan Sumbawa.
Di sumbawa ada perkampungan orang Bali, juga perkampungan orang Ende. Di sebelah rumah saya di BrangBiji, Sumbawa, ada desa Marilonga yang merupakan nama sebuah desa di Ende. Teman-teman ini juga membangun gereja dan tinggal berdampingan.

Demikianlah, panjang cerita jika dibikin panjang. Kami Sunda Kecil bukan tak pernah bertengkar, ada saja ujian datang tapi kami selalu bisa menjaga diri. Kami bertengkar secara dewasa dan akhirnya kembali bersalaman dan saling memeluk hati dan perasaan. Itu biasa.

Tulisan ini hanya surat cinta kecil, kepada sahabat saya di Kupang yang tak mengenal saya. Semoga kita kelak akan saling mengenal secara baik. Agar kita tak usah saling menolak datang. Kami Sunda Kecil adalah persaudaraan yang menghujan dalam zaman. Kita telah saling menerima.

Sumber: indikatorsumbawa.com
Editor   : Jab
Foto      : Indikator News Network