Riwayat Perintah Penghijauan untuk Flobamora dari J.W Lalamentik hingga Victor Bintillu Laiskodat
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Riwayat Perintah Penghijauan untuk Flobamora dari J.W Lalamentik hingga Victor Bintillu Laiskodat

Thursday, March 28, 2019


Ilustrasi (Google.com)

(Sebuah ulasan singkat dari salahsatu Pelaku Sejarah pembangunan khususnya Penghijauan dari masa ke masa di NTT)


Indikatoralor.com - Di mulai riwayatnya dari  tanggal 20 Desember 1958 A. S. Pello , Wakil Gubernur Koordinator Pemerintahan Propinsi Nusa Tenggara atas nama Menteri Dalam Negeri meresmikan propinsi Nusa Tenggara Timur sebagai provinsi definitif.

W. J. Lalamentik ditunjuk sebagai gubernur pertama dengan masa bakti 1958 – 1968. Pada periode ini kebijakan yang dilaksanakan antara lain pembentukan wilayah kecamatan dan gerakan penghijauan yang dinamakan Komando Operasi Gerakan Makmur pada tanggal 20 Desember 1958.

Setelah Lalamentik , Gubernur El Tari melanjutkan estafet kepemimpinan pada masa bakti 1968 – 1978. Pada zaman beliau saya  sebagai mahasiswa APDN 1972- 1975 bersama karyawan Pemda NTT lainnya melakukan persiapan- persiapan dimulainya Hari Hijau untuk NTT dengan Upacara Penanaman Lahan Kritis di Areal Lahan Kering berbatu karang Gersang sebelah kiri jalan dari Oesapa- Lapangan Udara Penfui ( Sekarang El Tari Kupang) yang dibuka oleh Pak Thaib Hadiwidjaya, Menteri Pertanian ketika itu pada Kabinet Pembangunan I di bulan Desember 1972 di Penfui Kupang. 

Kami Mahasiswa APDN sebagai motor penggerak upacara itu yg dipimpin oleh Ketua Dema APDN 1972- 1975 Abang saya Ridwan Kopong Notan Tokan (kini nama beliau di sosmed Rinto Tokan) pemuda Mahasiswa APDN cakep dan ganteng saat itu.

Di lahan itu sekarang bisa disaksikan masih ada hutan lamatoro tumbuh subur di atas tanah gersang di kiri dan kanan jalan dari Oesapa-,ke Bandara Kupang. 

Sejak YW Lalamentik menjadikan Gubernur I di NTT kebijakan yang dilaksanakan seperti pembentukan desa gaya baru dari kerajaan-kerajaan tradisional dan mengerahkan tenaga motivator pembangunan Desa.

Lagi- lagi pada kedua kejadian itu saya ikut hadir dan ada di dalam nya. Pertama JW Lalamentik dgn Kapal KRI Yalanidi mendarat di Balauring tahun 1967 saya di sana ikut mendengar beliau berbicara mengenai akan dibentuk sistim Pemerintahan Desa Gaya Baru mengganti Pemerintahan Swapraja dan Hamente sejenisnya. Penjelasan itu didengar oleh Kapitan Kedang, Pak Abdullah Salam Sarabiti yang setelah itu beliau mendapat tugas sebagai Kordes di Lomblem Timur dalam mempersiapkan Pembentukan Wilayah Kecamatan Buyasuri dan Omesuri dan Desa- desa Gaya Baru di dlm Wilayah administrasinya seperti sekarang ini.

Namun disayangkan mengapa beliau tidak diberikan SKP Gubernur menjadi Camat Lomblen Timur ketika itu tetapi diberikan kepada seorang tamatan SMA Seninari dari Wilayah Sebelah dari Atawatung yaitu Saudara S. S Betekeneng dan mencampakkan Abdul Sarabiti yg sudah mempersiapkan segala sesuatunya? Jawabannya tentu politik Pemerintah ketika itu yg menghendaki demikian.

Yang berikut mengenai Pemuda Perintis Pembangunan Desa, saya juga ikut di dalamnya. Dengan SKP GUB El Tari kami ditugaskan Kader Pembangunan Desa (KPD) serupa BUTSI serupa tak sama untuk untuk bertugas Motifator Pembangunan di Desa- Desa seluruh NTT. Saya ditugaskan di Desa Alor Besar yang terdiri 6 kampung besar yaitu di Darat adalah Lewombeng, Hulnani Halibang di Gunung dan Sebanjar di Pesisir, di seberang laut ada Bokale, Biatabang, Umapura dan Ternate P Buaya. Luasnya sama satu Wilayah Kecamatan dengan penduduk ketka itu 4000 lebih.
Kembali kpd Gerakan Penghiajauan di Nusa Tenggara Timur. Pada masa itu El Tari mengemban motto: Tanam, Tanam, Sekali Lagi Tanam; Kalau bukan sekarang kapan lagi.

Pada masa bakti April 1978 – 16 Juni 1978 Wang Suwandi, SH diangkat sebagai pejabat dalam mempersiapkan pemilihan Gubernur periode berikutnya hingga diangkatnya Dr. Ben Mboi

pada masa bakti 1978 – 1988. Kala itu, Dr. Ben Mboi mengusung empat program utama yakni Operasi Nusa Makmur (ONM), Operasi Nusa Hijau (ONH), Operasi Nusa Sehat (ONS) dan Operasi Benah Desa.

Pada masa ini saya lagi lagi ikut terjun langsung. Sebagai PNS yg bertugas di Kecamatan Kewapante kami dirunjuk sebagai pelasana Penanaman Jagung Hibrida 10 000, HA di Kec Kewapate. 

Terkenal dengan operasi cabut Jagung Kokal yang di awal musim berbunga untuk diganti dgn bibit baru kiriman Gubernur Mben Mboi dari Kupang dengan peralatan perlengkapan pertanian seperti Mezin mesin, Ibat - Ibatan tanaman dan traktor. 

Syukur meskipun tanam terlambat dan membawa gejolak perlawanan masyarakat tani atas instruksi pencabutan Jagung dan menanam bibit baru jenis hobrida itu jagung hibrida ternyata berhasil dg baik sehingga mengundang Presiden RI ke-dua yakni Pak Soeharto datang dan menginap semalam di Maumere utk upacara Panen 10.000,HA jagung Hibrida tahun 1981 tiga kemudian sebelum saya tugas belajar ke Jawa.

Setalah Ben Mboi, pada masa bakti 1988-1993 diangkat Dr.H.Fernandez sebagai gubernur NTT dengan program utama yakni Gerakan Meningkatkan Pendapat Asli Daerah (Gempar) dan Gerakan Membangun Desa (Gerbangdes).

Selanjutnya Mayjen (purn) Herman Musakabe pada periode 1993-1998 dengan tujuh program strategis yakni pengembangan Sumber daya manusia, penanggulangan kemiskinan, pembangunan ekonomi, pengmebangan dan pemanfaatan IPTEK, penataan ruang, pengembangan sistem perhubungan dan pengembangan kepariwisataan.

Setelah Musakabe berkahir, Piet Alexander Tallo, SH dosen saya di APDN dulu  terpilih untuk masa bakti 1999-2003, 2003-2008 dengan program unggulan tiga batu tungku yakni: Ekonomi rakyat, pendidikan rakyat dan kesehatan rakyat. Adapun Motto Gubernur Tallo: “Mulailah membangun dari apa yang dimiliki rakyat dan apa yang ada pada rakyat”.

Pada masa bakti 2008-2013 dan 2013-2018, Frans Lebu Raya terpilih menjadi gubernur dua periode dengan masa bakti hingga 2018 saya sudah pindah di Jawa hanya mengikuti sesekali kalau pulang kampung bersama masyarakat di Kampung saya, Desa Walangsawah. Saya ikut tahu  Program unggulan Gubernur ini adalah Anggur Merah dengan motto: “Sehati se-suara membangun NTT baru”. 

Sedang Gubernur saat ini saya tahu lewat berita di medsos sebagai simpati saya atas negeriku yg gersang tetapi damai, Flobamora.

Penulis: Abdul Kadir Subang Olong
Editor   : DJ
Foto       : Google.com