Hidayah Sang Mentri -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Hidayah Sang Mentri

Saturday, February 2, 2019

Ilustrasi Gambar

Indikatoralor.com -Pada awalnya nasionalisme dimaknai sebagai sekelompok orang yang tinggal di daerah yang sama, hal ini karena kata "Nasionalisme" berasal dari bahasa latin yaitu natio yang merupakan pengembangan dari kata nascor yang berarti saya dilahirkan.

Merurut Abdurrachman Surjomiharjo Nasionalisme dimaknai sebagai suatu paham kebangsaan, dimana terdapat kesadaran tentang perbedaan asasi antara yang dijajah dan menjajah.

Sedangkan menurut Sastroadmojo yang di tulis dalam jurnalnya yang berjudul " Nasionalisme dalam prespektif Pancasila" mengemukakan bahwa nasionalisme merupakan hal yang paling mendasar karena berkaitan dengan sejarah perjalanan bangsa indonesia. Oleh karna itu nasionalisme harus dikaitkan dengan ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila.

Sebagai anak yang lahir dari dekapan hangatnya ibu pertiwi, patutlah bagi kita untuk menjaga dan memupuk nasionalisme agar ibu pertiwi terus tersenyum, nasionalisme harus terus di junjung tinggi, karena itu merupakan kewajiban kita sebagai anak bangsa indonesia.

Selembar kertas kembali tertorehkan oleh pemerintah melalui menpora, selembar kertas yang berisikan himbauan untuk menyanyikan lagu indonesia raya sebelum dimulai pemutaran film, dengan niat agar masyarakat bangga dan  lebih cinta kepada tanah air, terkhususnya masyarakat yang berada dalam bioskop. Berikut surat edaran tersebut:

Kepada Yth.
Para Pengelola Bioskop
di Seluruh Indonesia

Surat Himbauan
Nomor 1.30.1/MENPORA/I/2019
Tentang
Aktivitas Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Sebelum Pemutaran Film.

Dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme dan mewujudkan generasi muda yang bangga serta cinta pada Tanah Air, dengan ini kami menghimbau kepada para pengelola bioskop di seluruh Indonesia untuk dapat memutarkan sekaligus menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum berlangsungnya setiap pemutaran film.

Demikian imbauan ini disampaikan untuk dapat dilaksanakan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

Tentunya himbauan ini dibuat bukan sekedar dibuat, pemerintah telah menyadari bahwa masyarakat indonesia mulai kurang akan nasionalisme sehingga membuat himbauan tersebut, rasa nasionalisme mulai memudar seiring berjalannya globalisasi, trend masyarakat yang mulai mengikuti budaya asing sehingga mulai kurang daya minat akan budaya indonesia sendiri,tetapi akankah menyanyikan lagu indonesia raya sebelum dimulainya pemutaran film akan menumbuhkan rasa nasionalisme.?

Tentu saja akan menunmbuhkan tetapi tidak sesegnifikan. Yang menjadi kekurangan kita saat ini ialah banyak yang belum tau dan lupa akan sejarah indonesia dan juga kurangnya minat terhdap produk lokal indonesia sendiri. Maka penanaman kembali terhadap sejarah perlulah dilakukan oleh pemerintah, karena sejarah dapat menjadi perenungan bagi kita semua dan juga sebagai landasan untuk kita dalam memajukan bumi pertiwi kita ini. Seperti ikhiarnya sang proklamator dalam mambangkitkan sentimen nasionalisme yang menggerakan "satu iktikad, suatu ke insyafan rakyat, bahwa rakyat itu adalah satu golongan, satu bangsa"
Dengan mengutip ernest renan, sang proklamator mengemukakan bahwa yang menjadi pengikat itu adalah kehendak untuk hidup bersama.

Untuk itu maka marilah kita sama sama renungkan bagaimana pengorbanan para pahlawan dalam menjaga bumi pertiwi ini, dalam memerdekakan bumi pertiwi dengan tumpah darah. Lalu kita hanya seenaknya menikmati hasil jerih payah para pahlawan tanpa menghargai pengorbanan mereka.

Apakah indonesia harus kembali di jajah lagi agar rasa nasionalisme kita kembali tumbuh?
Renungkanlah sahabat.

Penulis : Ahmad Dzaki Wahyudi I.M Dasi
Status   : Mahasiswa UMM
Editor   : Jab