Menjawab Masalah English Day -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Menjawab Masalah English Day

Thursday, January 31, 2019

Foto. Penulis

You can teach a student a lesson for a day; but if you can teach him to learn by creating curiosity, he will continue the learning process as long as he lives.   
“Kau dapat mengajarkan sebuah pelajaran pada seorang siswa selama sehari; tapi jika kau mengajarinya belajar dengan menciptakan keingintahuan, dia akan lanjutkan proses belajarnya selama dia masih hidup” (Clay P. Bedford)

Indikatoralor.com- Pergub NTT No. 56 thn 2018 yang disahkan pada 21 Januari 2019 dan mulai dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2019 tepatnya beberapa hari lalu, sebagaimana yang telah kita ketahui pemerintah Provinsi NTT membuat suatu gebrakan baru yang  mewajibkan menggunakan bahasa inggris setiap hari rabu. pergub ini mulai berlaku pada hari Rabu 30 januari 2019.

Ketika "Minggu Perdana" berlakunya Pergub ini mulai muncul lelucon pada masyarakat NTT baik di dunia nyata maupun dunia maya, lelucon yang muncul dan paling mengundang senyum adalah ketika masyarakat NTT yang berinteraksi dengan campuran bahasa antara bahasa ingris dan bahasa asli pribumi NTT.

Melihat fenomena ini dapat kita simpulkan bahwa masyarakat NTT mempunyai daya minat dalam mengimplementasikan Pergub tersebut, walaupun masih banyak yang belum menguasai kosa kata yang banyak, tetapi mereka berani untuk berbicara menggunakan bahasa ingris.

Jika kita sangkut pautkan dengan sistem pembelajaran bahasa yang ada pada metode pembelajaran di kampung inggris ataupun pondok pesantren yang khususya Pesantren Moderen (menggunakan sistem TMI atau KMI) ini merupakan tahap awal dalam pembelajaran bahasa.

Sistem yang digunakan dalam pemebelajaran bahasa di pondok pesantren mengutamakan untuk berani berbicara dalam bahasa asing walaupun belum banyak menguasai kosa kata, secara tidak sadar berani berbicara menggunakan bahasa asing akan menjaga kosa kata yang sudah dihafalkan tiap individu.

Jika dilaksanakan secara terus menerus maka semakin banyak kosa kata (Vocab) dan semakin lancar dalam menggunakan bahasa asing. Tetapi tidak hanya dengan berani berbicara saja, dalam pembelajaran bahasa di pondok moderen setiap hari selalu ada pemberian kosa kata yang dilalukan oleh ustad maupun pengurusnya. Sehingga semakin hari semakin bagus.

Dilihat dari sistem yang diterapkan dalam pondok Pesantren Modern ataupun metode pembelajaran bahasa dengan gaya baru tadi, maka pemerintah pun harus membuat siasat agar masyarakat NTT setiap harinya dapat mendapatkan kosa kata yang baru. Karena (All the world is a laboratory to the inquiring mind). “Jagat raya itu adalah laboratorium bagi pikiran yang serba ingin tahu.”Martin H. Fischer

Agar Pergub yang dibuat dapat dikatakan sukses. Dan langkah menuju Nusa Tenggara Timur yang bermartabat semakin dipermudah.

Di akhir tulisan saya ini, saya ingin mengajak pembaca untuk merenungi sebuah kata bijak dari seorang filsuf yang begitu menawan namanya di kalangan pecinta ilmu filsafat. “Belajar tanpa pikiran itu seperti buruh yang tersesat.” "Learning without thought is labor lost". (Confucius). Mari belajar sembari berpikir bagaimana caranya mengembangkan dengan referensi berbagai metode belajar.

Penulis : Ahmad Dzaki Wahyudi I.M Dasi
Status   : Mahasiswa UMM
Editor   : Jab