Wacana Pemprov Legalkan Miras, Mahasiswa Turun Jalan -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Wacana Pemprov Legalkan Miras, Mahasiswa Turun Jalan

Wednesday, December 12, 2018

Aksi Penolakan Legalisasi Miras. Foto (Fathur)
indikatoralor.com - Kupang. Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Nusa Tenggara Timur ( DPD IMM NTT ) Kembali turun ke jalan melakukan aksi penolakan perencanaan Gubernur Nusa Tenggara Timur tentang Legalnya Miras dengan alasan menambah pendepatan ekonomi daerah. Kamis, (13/12/2018).

Aksi ini penolakan legalisasi miras di NTT oleh pemerintah ini diikuti oleh 230 massa yang terdiri dari kader IMM NTT. Aksi ini berlangsung selama 6 Jam dengan titik aksi dari depan kantor Polda Nusa Tenggara Timur kemudian massa melakukan Long March menuju Kantor DPRD Provinsi NTT.

Menurut Fathur Dopong Ketua Umum DPD IMM NTT ketika menerangkan kepada pewrta Indokator News Network menjelaskan bahwa, "kami tidak menolak minuman keras atau kata krennya ( MIRAS) sebab minuman ini adalah minuman tradisional yang suda di konsumsi masyarakat dari dulu hingga sekarang".

Sambungnya, "hari ini kami turun ke jalan dengan tujuan menolak rencana pemerintah dalam melegalkan miras, baik melalui perda atau peraturan gubernur, sebab minuman ini memeliki dampak negatif yang sangat luar biasa. Selain merusak organ tubuh penggunanya, Minuman ini juga merusak moralnya generasi yang akan datang".Pungkasnya.

Selain itu Pemuda asal Kabupaten Alor yang saat ini mengemban amanah sebagai ketua DPD IMM NTT ini juga menjelaskan bahwa realitas dampak miras yang terjadi hari ini di NTT adalah banyak sekali tindakan- tindakan depresi, yang terbukti hari ini adalah hilangnya kontrol diri karena palaku dalam keadaan mabuk, dan juga banyak kejadian- kejadian seperti pembunuhan, kecelakaan lalau lintas serta berbagai kasus - kasus lainnya.

Di akhir wawancara, DPD IMM NTT juga menegaskan 3 tuntutan Massa Aksi yakni; 1. Menolak dengan keras atas perencanaan pemerintah dalam melegalkan miras. 2. Meminta kepada pemerintah agar mensosialisasikan dampak penggunakan miras sebagai wujud mengatasi rusaknya moral sejak dini. 3. Jika pemerintah mengabaikan poin 1 dan 2 di atas, kami menyampaikan pemerintah siap bertanggungjawab penuh sesuai dengan UUD 1945 dan Tuhan yang maha esa sesuai dengan kepercayaan yang di anutnya.

Aksi yang digelar oleh DPD IMM NTT ini berlangsung dengan Kondusif hingga pembubaran massa aksi.