Pulau Buaya, Mandiri Dibalik Kreatifitas Tangan Wanita Tangguh -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Pulau Buaya, Mandiri Dibalik Kreatifitas Tangan Wanita Tangguh

Sunday, September 2, 2018

Wanita Penenun Pulau Buaya (Captured. Umi)

Indikatoralor.com - Pulau buaya, merupakan salah satu pulau yang terletak di kabupaten Alor provinsi NTT. Senin, (3/09/2018)

Lalu, kenapa pulau ini disebut pulau buaya? Tentu bermunculan pertanyaan dalam benak pembaca yang belum mengenal pulau ini sebelumnya.

Namanya Pulau Buaya disebabkan oleh pulaunnya yang memiliki bentuk seperti buaya yang sedang mengambang diatas permukaan laut jika dilihat dari kejauhan. 

Untuk sampe ke pulau ini, kita membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan darat ke pasar Baolang dari pusat Kota Kalabahi dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu motor selama 20 menit untuk dapat tiba di pulau tersebut. 

Mayoritas dari penduduk Pulau ini memeluk agama Islam, dan rata-rata pekerjaan Masyarakat pulau buaya ialah Nelayan (Menangkap Ikan dan Menenun). 

Menenun merupakan salah satu kerajinan yang dibuat oleh para Ibu - ibu dan kaum perempuan di Pulau ini. Tentu saja dengan terkenalnya Pulau buaya sebagai salahsatu sektor yang UKM Tenunnya yang Mendunia tidak sedikit konsumen kerajinan tradisional menjadikan Pualu buaya sebagai Objek Ordernya.

Hasil tenun yang sering jadi incaran utama di pasar adalah selimut, sarung hingga selempang. Tentu pulau buaya juga punya motiv khusus yakni motif ikan. Dimana motifnya berbentuk seperti ikan. 

Untuk mendapat 1 selimut cantik bemotif ikan waktu produksinya cuma 2 hari tentu dengan Alat tenunnya yang masih Tradisional.sementara untuk pembuatan selempangnya cuman setengah hari.

Dalam pemasaran prodaknya, masyarakat mematok harga dari tiap produksinya berfariasi tergantung dari motiv dan warna serta benang yang di gunakan.


Reporter: Umi