Bahkan Merpatipun Ingkar Janji -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Bahkan Merpatipun Ingkar Janji

Saturday, September 15, 2018

Merpati

Malam semakin merayap dengan segala keheningannya. Terpaku sebulir jagung tak berguna dipojok ruang itu. Meratap dia, Meringis tersendu melepas kepergian sang merpati yang kini tidak mungkin lagi dia jangkau karena telah dilindungi di sangkar berlapiskan emas.

Waktu berjalan mengantarkan cerita yang begitu Indah tentang mereka dimana berpuluh kilometer mereka lalui dengan penat dan peluh serta kelaparan dan airmata yang menjadikan sang butir jagung yang terus berusaha agar merpati kesayangannya tersenyum dan tak lapar lagi. 

Malam ini adalah malam yang menjadi raja dari sejuta kegundahan. Ternyata sang merpati telah diikat sayapnya dan tak boleh terbang lagi. Sementara rindunya adalah ilusi yang tak berguna. Terperdaya akan kemolekan tutur palsu sang merpati, Si Jagung merasa begitu bersemangat menanti hingga fajar menyapa. 

Disinilah kisah Si jagung. Dia gelisah, menatap ke Jalan dan terus melihat kearah jalan. Iya, itulah jalan dimana biasanya dilalui oleh merpati, disana pula si Jagung menanti untuk dipatuk dan dibelai dengan mesra oleh paruhnya. Merpati masih tak kunjung datang juga.

Hari, Bulan dan tahun sang jagung menanti dengan segenap kekuatannya dia tetap menanti. Tapi, apalah daya dia. Dia hanyalah seonggok jagung tak bertuan tak bermodal serta tak ber- Rupa.   Merpati mungkin tak lagi kembali, dia telah terkurung didalam sangkar emas. Tapi, Bukankah itu impian sang merpati yang sering menceritakan betapa indahnya sangkar emas itu setiap mamatuk biji demi biji di bulir jagung. 

Hingga pada puncak kesabaran jagung menanti. Namun, Merpati tetap tak kembali. "Jika emas itu mampu membahagiakan dirimu, maka tetaplah disana biar aku pendamkan diriku ke tanah agar bisa tumbuh lebih tinggi dan menjadi lebih banyak jumlahku. Jika telah  tinggi pohonku dan indah diriku, jangan lagi berpikir untuk datang dan hinggap di dahanku, biar aku menguning, lalu kembali berhamburan ke tanah".

Bahkan, Merpatipun Ingkar Janji !!!
Dan Jagung tetap menjadi sahabat tanah dan tetap tumbuh, merambat hingga menjadi tumbuhan yang sangat disayangi oleh seluruh burung. 


Penulis : Bon