Periuk Tanah Ampera "Bukti Cinta Bui Putri Blagar" -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Periuk Tanah Ampera "Bukti Cinta Bui Putri Blagar"

Friday, July 6, 2018

Gerabah/Periuk Tanah
Berdasarkan tuturan Masyarakat Lokal

Indikatoralor.com - Ampera (Lewalu dan Lewolang) secara kearifan lokalnya memiliki sebuah kekayaan yangb kini semakin surut dari lirikan masyarakat Kabupaten Alor. Padahal kampung ini pernah menjadi Kampung yang menyuplai "Periuk Tanah" ke berbagai passr tradisional di daratan Flores dan NTT.

Secara historis gerabah masuk di Ampera berawal 
dari pulau Pantar ( Blagar ) melalui suatu proses perkawinan seorang putra yang bernama Kuramo dan seorang wanita yang bernama Buimo. Kuramo merupakan salah satu putera dari tiga bersaudara yang dilihat dari silsilah keturunannya berasal dari binatang ( Babi ), sehingga masyarakat  Ampera pada umumnya tidak menyukai Kuramo. 

Dengan demikian, orang tua Kuramo mencari jodoh di Pantar ( Blagar ) yang bernama Bui mo. Sebagai bekal seorang puteri yang di persuntingkan, kedua orangtuanya memberikan bekal alat pengrajin gerabah/periuk tanah yakni Dontor (pemukul) dan Foi’a (anakan batu) dengan harapan bisa membantu kehidupan rumah tangganya. Tiba harinya kuramopun membawa Buimo kedaerah asalnya yakni desa Ampera. Disinalah istri Buimo mulai menerapkan sebuah karya lokal dari tanah liat yang disebut yakni Gerabah, warisan dari kedua orangtunya sangatlah membantu dan itu pada akhirnya menjadi budaya desa Ampera hingga dewasa ini.

Latar dari Gerabah ini disatu sisi merupakan suatu tradisi budaya sementara disisi lain sangat membantu perekonomian rumah tangga pada khusunya dan daerah terkait pada umumnya.

Cukup menarik tentunya, jika ini bisa dilanjutkan oleh generasi dan diberdayakan serta dikelola sesuai perkembangan zaman melalui inovasi - inovasi baru yang mampu menyesuaikan trend di pasaran.