Perempuan Penunggang Kuda -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Perempuan Penunggang Kuda

Saturday, July 7, 2018


Oleh: Taufik Rahman Syah S.Pd

Indikatoralor.com - Kuda-kuda liar berlarian kencang, menerbangkan debu, menggoyangkan ilalang dan menbuyarkan lamunan belalang-belalang tua.

Kuda liar  yang bertuan, seolah tak bertuan, dibiarkan bebas dan liar, dihutan dan padang safana. Mencari makan sendiri, hidup mandiri, bahkan kalau pun kebelet kawin, baru tuannya turun tangan untuk mencarikannya pasangan.

Sang Tuan begitu tega, ketika ada maunya saja, baru kuda-kuda itu dimanja dan dimandikan. Kasihan sang kuda! Tuna akan kasih sayang.

Kawan! Dikampungku masih ada tradisi pacuan kuda, selain menjadi hiburan bagi masyarakat kampung, kegiatan ini juga terkadang disalahgunakan untuk dijadikan ajang judi.

Mafia judi bukan hanya dimomentum demokrasi, tapi menjalar diberbagai segi kehidupan. Termaksud dalam pacuan kuda. Mungkin pihak keamanan harus lebih tegas lagi dalam mengawal kegiatan maupun tradisi yang itu melanggar nilai dan norma dalam masyarakat.

Setiap hari minggu, didekat rumahku; kebetulan ada lapangan kosong nan luas. Nah, disini tempat orang-orang berkumpul dan menunjukan kuda siapa yang terbaik?

Penunggang kuda hitam yang misterius, dia adalah pendatang baru. Masih sangat muda, umurnya sekitar 18 tahun, hampir sama dengan umurku.
Rambutnya terurai panjang, membuat sang angin meratap cemburu.

Seorang wasit meniup peluit pertama, tanda pertandingan akan segera dimulai, dan isyarat bagi para peserta untuk mempersiapkan diri. Sorak penonton begitu riuh, ingin segera menyaksikan aksi perempuan penunggang kuda hitam.

Sebelum pertandingan, ditempat start kebetulan ada Ibu Bupati dan Bapak Bupati, yang juga penasaran ingin melihat aksi sang kuda hitam.

Para joki, sebutan bagi penunggang kuda. Diwajibkan untuk minum susu kuda liar dulu sebelum pertandingan, karena susu kuda liar ini memiliki khasiat yang luar biasa sebagai penambah stamina. Ini sudah menjadi rahasia umum. Bahkan pengantin baru, rela membayar mahal demi sebotol susu kuda liar.

Ketika peluit kedua hendak dibunyikan, para joki sudah siap ditempatnya masing-masing. Mereka tegang dan fokus.

Peraturannya, ketika bendera merah diangkat,  pertanda start dimulai dan siapa yang lebih dulu mencapai garis finis dialah pemenangnya.

Arul, masih kecewa dengan hasil pacuan kuda minggu lalu, "aku begitu malu dan sangat malu! Aku tidak terima dikalahkan oleh perempuan itu! Pacuan kuda selanjutnya, aku akan mengalahkanmu, perempuan penunggang kuda, yang misterius."

Bersambung!