MTs Muhammadiyah Kalabahi, Kurang Perhatian dari PDM Alor -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

MTs Muhammadiyah Kalabahi, Kurang Perhatian dari PDM Alor

Wednesday, July 4, 2018

Proses Belajar Peserta didik.

Indikatoralor.com - Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Kalabahi yang diresmikan pada tanggal 2 Agustus 2014 hingga saat ini masih belum terlalu diperhatikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Alor.  Kamis, (4/06/2017).

MTs Muhammadiyah ini dirintis oleh Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Alor yaitu Bapak Abdullah Syukur Ali yang sekaligus menjadi kepala sekolah pertama MTs Muhammadiyah kalabahi.


Menurut informasi yang didapat dari  Sri Wahyuni Dopu Kepala MTs Muhammadiyah Kalabahi yang juga sebagai satu - satunya guru di MTs ini kepada tim Indikatiralor.com bahwa madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Kalabahi saat ini sangat membutuhkan perhatian khusus dari PDM Kabupaten Alor.

“Saya Ikhlas dalam menjalani kehidupan serta mendidik generasi. Karena Rejeki-Nya tidak seharusnya datang di tempat kita bekerja namun rezeki Allah Bisa datang dari mana saja Allah kehendaki intinya tetap berikhtiar, Menghidupi Muhammadiyah dan bukan mencari Hidup di Muhammadiyah” Ujarnya.

Kepada pihak pewarta Sri Wahyuni juga mengatakan bahwa "4 tahun yang lalu, tepatnya 2014, Guru di MTs Muhammadiyah sini ada 15 orang, tapi karena memang kurang adanya kesejahteraan bagi mereka sehingga 14 lainnya mengundurkan diri dan sekarang tinggal saya yang mengajar 15mata Pelajaran."

Selain masalah pengajar dan kesejahteraan guru, MTs Muhammadiyah Kalabahi juga memeinta kepada PDM agar bisa difasilitasi lokasi dan ruang belajar yang baru karena selama 4 tahun ini proses belajarnya menumpang di ruangan SMA Muhammadiyah Kalabahi. Di akhir keterangannya, Kepala sekolah dan guru tunggal ini.

Tentu dengan adanya permasalahan ini, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Alor, dan seluruh kader Muhammadiyah di seluruh dunia Pada Umumnya tidak boleh tinggal diam terkait kondisi MTs Muhammadiyah yang sangat memprihatikan ini.


Reporter: Mukmin