Katanya Mahasiswa -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Katanya Mahasiswa

Wednesday, July 4, 2018

Bung Qaddim, (Aktivis Mahasiswa Malang)

Mahasiswa yang dulunya dikenal sebagai penyambung lidah atas keresahan hati rakyat dan ikut andil dalam setiap perubahan-perubahan di bumi pertiwi ini kini berubah menjadi mahasiswa yang individualis yang hanya mementingkan besarnya IPK dibanding dengan keadaan lingkungan kampus itu sendiri. Apalagi memikirkan nasip bumi pertiwi ini, bisa jadi hal itu sama sekali tidak terlintas dikepala mahasiswa sekarang.

Dimana esensinya seorang mahasiswa sebagai agen of change , sebagai agent of sosial control, dimana? Siapa yang patut disalahkan terkait hal ini, siapa? Haruskah kita melupakan perjuangan para leluhur kita yang rela mempertarukan darah dan nyawa untuk sebuah ketidakadilan dan penindasahan pada saat itu.

Kampus kini telah menjadi tembok besar yang sangat tangguh untuk diruntuhkan. Tembok yang membuat mahasiswa enggan untuk berfikir kritis terhadapat dinamika pergolekan kampus, tembok yang kini telah menjadikan mahasiswa sebagaimana siswa SMA yang hanya bisa mengamini tanpa bergerak melawan dan berfikir bahwa tembok itu bisa diruntuhkan.

Apatis, mungkin kalimat itu yang pantas untuk disematkan kepada mahasiswa sekarang. Lantunan nada para birokrasi kampus yang diejawantahkan untuk mahasiswa  pertama kali masuk benar-benar mebuat para mahasiswa tertidur lelap dan hanya segelintir mahasiwa yang mampu tersadar bahwa itu hanyalah lantunan kamuflase yang diciptakan para birokrasi agar mahasiswa tak berfikir kritis tentang dunia mereka.

apakah kita ( mahasiswa ) adalah boneka yang ketika dicubit tidak marah ataupun melawan,  dan ketika dimarahi hanya terdiam tanpa ada protes atas apa yang terjadi. Sungguh hal ini adalah penghinaan terhadap esensinya seorang mahasiswa, penghinaan yang telah menghancurkan kedewasaan seorang mahasiswa.

Wahai saudara-saudaraku yang katanya mahasiswa, apakah kita terus mengamini lantunan para algojo yang menghina kedewasaan kita sebagai seorang mahasiswa? Tentu saja tidak. Kita diciptakan untuk menghancurkan semua lantunan pembodohan yang terjadi sekarang. Kita adalah masahiswa dan mahasiwa adalah agen perubahan pada semua lini tanpa terkecuali. Diam  ditindas dan kehilangan makna sebagaimana mahasiswa seharusnya atau bergerak melawan untuk sebuah kebenaran dan mengembalikan esensinya kita sebagai mahasiswa.

HIDUP MAHASISWA !!!
HIDUP MAHASISWA !!!
HIDUP MAHASISWA !!!
SALAM PERJUANGAN...

Sumpah Mahasiswa Imdonesia
Kami mahasiswa indonesia bersumpah Bertanah air satu Tana air tanpa penindasan

Kami mahasiswa indonesia bersumpah Berbangsa satu Bangsa yang gandrung akan keadilan

Kami mahasiswa indonesia bersumpah Berbahasa satu Bahasa tanpa kebohongan

“ sejarah dunia adalah sejarahnya kaum muda,  jika angkatan muda mati rasa maka matilah sebuah bangsa.

Penulis : Muqaddim Djakra
Status : Kader HMI Malang