IMM, Dipersimpangan Dualisme Kepemimpinan -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

IMM, Dipersimpangan Dualisme Kepemimpinan

Sunday, July 15, 2018

Foto Penulis

Indikatoralor.com -Sudah lebih dari setengah abad lamanya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berkhidmat untuk umat dan bangsa. Polemik serta dinamika ikatan, persyarikatan, umat dan bangsa silih berganti hadir mewarnai kiprah "Merah Maron" dibumi pertiwi, Namun Ikatan ini masih erat terikat. Lalu bagaimana kabarnya kini ketika memasuki umur yang ke 55 Tahun.? Minggu, (15/7/2018)

Masih kokohkah ia? Sepertinya tidak, karena IMM kini tengah goyah dihatam badai Ego dan Kepentingan. IMM kini seperti sebuah kapal yang menakutkan bagi para penumpang yang dimuatnya karena hadirnya dua Nahkoda yang masing-masing memegang kemudinya untuk membawa kapal yang bernama IMM ini berlayar. Kondisi yang tidak nyaman ini tercpita pasca mundurnya Kakanda Taufan Putref Karompot sebagai Ketua Umum DPP IMM hasil Muktamar IMM XVIII di jakarta pada tanggal 24-27 Mei 2016, IMM kini berada digerbang dualisme kepemimpinan.

Seperti yang kita ketahui bahwa dalam waktu dekat akan ada hajatan besar yaitu Musyawarah tertinggi dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau yang biasa disebut sebagai Muktamar, yang akan dilaksanakan didua tempat berbeda yaitu di kendari Sulawesi Tenggara pada tanggal 22 Juli 2018 dan di malang- Jawa Timur pada tanggal 1 Agustus 2018. Muktamar-Muktamar itu akan dilakukan karena  kedua Kubu DPP IMM yaitu Kubu Kakanda Ali Muttohirin dan Kakanda Irfan tidak berhasil melakukan islah, seperti yang di harapkan oleh PP Muhammadiyah Beserta seluruh Kader Ikatan yang tersebar di berbagai belahan dunia, sehingga Muktamar yang tidak diinginkan oleh kader-kader IMM inipun terjadi.

Jika waktu dan tempat pelaksanaan Muktamar IMM yang ke XVIII Telah ditetapkan maka tidak ada lagi waktu untuk merekonsiliasi kedua kubu untuk Melaksanakan Muktamar dalam satu waktu dan satu tempat sehingga melahirkan satu Pimpinan di DPP IMM. Lalu muncul pertanyaan kemudian akanakah terjadi dualisme kepemimpinan di Kubu DPP IMM paska Muktamar XVIII? Pertanyaan ini akan muncul dibenak seluruh kader. Dan jawabanya bisa saja terjadi, kenapa tidak.?.

Konon ada16 DPD ditambah 3 DPD (dari total 32 DPD IMM yang tersebar diseluruh penjuru Nusantara) melalui surat resmi menyatakan menolak hasil pleno internal DPP IMM yang menentukan Saudara IMMawan Ali Muthohirin sebagai Ketua Umum DPP IMM menggantikan Kakanda Taufan Korompot, dan hasil tanwir sorong memutuskan IMMawan Irfan sebagai Ketua Plt DPP IMM sembari menanti Muktamar IMM ke XVIII dilaksanakan. Dengan demikian maka kedua kubu akan mempunyai kekuatan untuk melaksanakan Muktamar di dareah yang mereka inginkan.

Kubu Ali akan melaksanakan Muktamar di Malang bersama beberapa DPD yang mendukungnya dan Kubu Irfan akan melakukan Muktamar di Kendari dengan 16 DPD ditambah 3 DPD yang menolak Kakanda Ali Menjadi Ketua Umum menggantikan Kakanda Taufan. Dengan demikian maka hasilnya sudah bisa ditebak bahwa Di IMM akan Terjadi dualisme Kepemimpinan Karena Secara Otomatis Kedua Kubu yang melaksanakan Muktamar XVIII akan menghasilkan Seorang Ketua Umum DPP IMM beserta jajaran Kepengurusannya atau yang disebut BPH DPP IMM. Mari Kita nantikan hasilnya, apakah ada IMM DPO atau MPO.?

Ibarat judul lagu, maka banyak yang saat ini beranggapan bahwa Biarlah waktu yang menjawabnya. Namun sebagai Kader Ikatan, mari berdo'a dan berharap yang terbaik untuk Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tercinta.

Tulisan by. IMMawan Iand
Kabid Medkom PC IMM Kota Kupang.