Berpolitik, Siapa Takut? -->
Cari Berita

Advertisement

INDIKATOR ALOR

https://youtu.be/cE2YjO-Dc-k

Berpolitik, Siapa Takut?

Sunday, July 1, 2018

Dock Gambar penulis

indikatoralor.com -Kenapa remaja dan anak muda sekarang kurang paham, bahkan kurang menyukai politik? Mereka lebih menggemari kepiawaian Christiano Ronaldo dalam menggiring bola, ketimbang mengidolakan Amien Rais yang juga lihai dalam menyampaikan oarasi politiknya.

Mereka lebih suka memakai kaos oblong yang bergambar Poster Bob Marley ketimbang Soe Hok Gie, pejuang yang mati muda itu. Barangkali setiap politik dibicarakan, yang selalu tergambar dalam pikiran mereka adalah sederet nama partai politik dan tokoh-tokoh politik yang tidak sesuai serta tidak memenuhi cita-cita Ideal anak-anak muda. Dimata mereka, ada kesan seolah olah politik tak lebih dari sekedar medan laga perebutan kekuasaan dan kedudukan yang tujuannya sama sekali tida tidak terhubung dengan kepentingan umum, lebih khususnya kepentingan kaum muda yang sangat haus akan pencarian nilai-nilai kebenaran. Anak-anak muda zaman sekarang tidak memenuhi nilai-nilai kebenaran yang mereka ingin dalam berbagai aktivitas politik di indonesia dewasa ini. Lagi pula, belakangan ini mulai terungkap beberapa skandal kehidupan pribadi para politisi, yang dalam waktu singkat tersebar menjadi rahasia umum. Tentu saja, perilaku politisi yang tidak senonoh macam ini malah menjauhkan politik dari perhatian generasi muda.

Tokoh politik mestinya menjadi teladan dan panutan buat kaum muda, bukannya memberikan contok yang tidak baik, bukan?

 Sebenarnya, generasi muda memiliki kepekaan terhadap keteladanan yang dapat dicontohkan oleh tokoh-tokoh politik. Sayangnya, keteladanan itu sangat langkah bila diukur dengan tuntutan dan keinginan kaum muda saat ini. Peristiwa-peristiwa besar menjelang kemerdekaan seperti sumpah pemuda, Proklamasi kemerdekaan, Hari kebangkitan Nasional, perjuangan bersenjata dan diplomasi 1940-an yang melibatkan angkatan muda saat itu adalah sederet peristiwa yang semakin jauh dari penghayatan generasi muda hari ini. Terbatasnya informasi tentang keikut sertaan kaum muda dalam sejumlah peristiwa dan diperparah juga dengan pengajaran sejarah yang dipenuhi dengan tendensi politik oknum tertentu, akhirnya makin memperlebar jarak antara dunia kaum muda dengan dunia politik. Buktinya, ketika Hari Kebangkitan Nasional diperkenalkan hari ini, yang tergambar dalam benak para pemuda hanyalah nama-nama pahlawan yang tercatat dalam buku sejarah. Orang-orang sepuh yang dunia mereka sama sekali berbeda dengan dunia anak-anak muda hari ini. Tidak banyak anak muda yang tahu bahwa Sutomo adalah salahsatu aktor Intelektual yang turut ambil bagian dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei 1908) masih berusia muda. Pengetahuan keterlibatan angkatan muda seperti inilah yang jarang sekali diajarkan di buku sejarah pada kaum muda.
  
  
 Ada keteladanan yang sejauh ini dapat memenuhi keteladanan cita-cita kaum muda. Namun, amat disayangngkan, keteladanan dan panutan ini mereka peroleh bukan di negri sendiri, tapi ‘diimpor’ dari dari negeri orang. Siapa yang tak kenal Che Guevara atau Karl Max. Kedua tokoh ini benar-benar menjadi simbol perlawanan kaum muda. Mereka jadi idola dan jadi panutan bagi anak-anak muda yang masih percaya romantika dan masih menyisahkan rasa ingin tahunya tentang politik dan memikirkan tentang kesejahteraan masyarakat. Cukup mengherankan, kenapa kedua tokoh ini yang diagung-agungkan namanya? Bukan mengidolakan Soekarno, Soeharto, Sutan Sjahrir, atau Mohammad Hatta? Akhir-akhir ini.
 Cerita diatas mudah-mudahan bisa diartika secara general adalah bagian dari kehidupan yang tidak terelakkan. Politik sebenarnya adalah kenyataan yang menghinggapi setiap orang, siapa saja, termasuk mereka yang tidak menyukai politik sekalipun. Karena itu, sangat dibutuhkan para politisi yang mampu memenuhi kriteria ideal kaum muda. Tindak-tanduk dan perilaku tokoh-tokoh politik dalam setiap aktivitas mereka, semestinya dapat menjadi panutan dalam bersikap bagi generasi muda. Bila tokoh-tokoh politik benar-benar dapat menjadi contoh teladan, mereka bisa menjadi Idola sebagaimana Che Guevara ataupun Karl Max yang diidolakan kaum muda hari ini.
 Sudah waktunya kaum muda bangkit....
 Sudah menjadi suatu keharusan untuk kaum muda turut andil dalam sistem pemerintahan yang carut marut tanpa arah ini.

 Dengan Momen Hari Kebangkitan Nasional ini, mari... rapatkan barisan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.